Find anything on DBL Indonesia
Totalitas dengan Bahan DIY
23 March 2017

BUKAN hanya tim basket yang berhak lolos ke babak utama. Tiga tim dance peserta UBS Gold Dance Competition juga berhak lolos. Yap, tiga tim dance itu adalah First Second dari SMAN 2 Surabaya, HDC dari SMA Hang Tuah 2 Surabaya, dan Timberwolves pendamping tim basket putra dari SMA Trimurti Surabaya. Totalitas dalam konsep sampai penampilan membuat mereka layak menjadi yang terbaik.First Second, contohnya. Tidak hanya tampil maksimal dengan gerakan dance yang energik, mereka juga total memperhatikan tiap pernik pendukung. Salah satunya, make-up yang mereka pakai. Mereka sama sekali nggak memakai face painting. Malah, mereka membuat cat muka dengan bahan maizena, losion, dan air. Untuk melengkapi penampilan khas Indian, mereka membuat sendiri teepee dari tongkat Pramuka dan kain.Sama dengan First Second, HDC atau Hang Tuah Dance Crew membuat sendiri properti pendukung dance-nya. Giant lollipop yang dibawa dibuat dari rangkaian tongkat Pramuka dan styrofoam. Kreativitas mereka tak berhenti di situ. Berbagai kain warna-warni juga ditempel sehingga lebih manis. Voila! Giant lollipop ala HDC begitu eye-catching.Berbeda dengan dua tim dance lainnya, Timberwolves dari SMA Trimurti tampil lebih garang. Mereka memadukan tema ninja dengan samurai. Mereka menyelipkan atraksi seperti membuat piramida tingkat 3, tiger jump, break dance, back roll, dan salto. Dengan nuansa kostum ala ninja hitam gold, Timberwolves terlihat garang di tengah DBL Arena. Timberwolves memasukkan unsur gerakan robotik ditambah dengan ekspresi yang total.UBS Gold Dance Competition tidak hanya beradu soal gerakan dance, tapi juga berlomba soal kreativitas dan performance terbaik. Gerakan yang kompak saja tidak cukup, tapi harus diiringi power yang merata dari seluruh anggota tim agar terlihat makin atraktif. (nao/c25/grc)...

 
Tiket Terakhir Milik Saints
23 March 2017

HARI terakhir babak penyisihan Honda DBL East Java Series 2017-North Region kemarin (22/3) diwarnai beberapa laga menarik. Sebagian tim harus bertanding habis-habisan demi merebut tiket terakhir menuju babak utama. Misalnya, laga do or die yang mempertemukan SMAN 1 Surabaya melawan SMA ITP Surabaya. Pertandingan itu berlangsung panas sejak peluit wasit dibunyikan.Saints, sebutan SMA ITP Surabaya, menyuguhkan permainan yang rapi. Kuarter pertama sukses dikuasai Saints yang didominasi big man. Di sisi lain, Satoe, julukan SMAN 1 Surabaya– kesusahan mengimbangi tempo lawan yang makin cepat. Serangan mematikan terus dilancarkan Saints sehingga Satoe berada dalam tekanan. Ditambah lagi, offense dari Saints mampu merobohkan defense yang dibangun Satoe.Salah seorang big man yang mendominasi adalah center Hadi Fitroni yang juga menjadi top scorer bagi Saints. Walau pemain Satoe sering melakukan steal, hasilnya tetap nihil tanpa diimbangi finishing yang bagus. Pertandingan makin panas saat memasuki kuarter ketiga. Kedua tim sama-sama sulit mencetak poin. Fasabihi Abrelana, forward Satoe, hanya bisa mencetak poin melalui free throw. Skor sementara kedua tim 11-5 untuk keunggulan Saints.Coach Abidin, pelatih Saints, sudah menyiapkan beberapa strategi untuk laga penentu kali ini. Misalnya, memanfaatkan fast break untuk mengecoh lawan. Ternyata strategi itu sukses membawa Saints menuju babak utama. Punya kelebihan under ring yang bagus membuat Hadi kembali mencetak poin. Belum cukup dengan fast break, Abidin juga menyiapkan strategi khusus. Satoe yang punya big man harus dikecohkan Saints agar area keyhole kosong. Dengan begitu, Saints dapat leluasa mencetak poin.Di antara tiga pertandingan selama babak penyisihan, permainan terakhir Saints itulah yang paling bagus. Latihan intensif Saints akhirnya terbayarkan. Meski salah seorang big man-nya foul out pada kuarter keempat, Saints tetap bermain rapi. Laga diakhiri dengan skor 20-10 atas kemenangan Saints. ’’Untuk babak utama nanti, Saints harus mengevaluasi konsistensi di lapangan dan melakukan finishing yang tepat,’’ tutur Abidin. Congrats Saints yang menempati peringkat pertama grup D dan disusul SMAN 1 Wonoayu, Sidoarjo! (fri/c14/grc)...

 
Siap Beri Warna Baru di Babak Utama
23 March 2017

BEBERAPA tim baru pada grup putra yang muncul tahun ini memberikan gebrakan mutakhir. Mereka tidak hanya menampilkan kualitas bermain yang baik, tapi juga menggeser tim degradasi tahun ini. Bisa dipastikan, pada babak utama nanti, ada perubahan kondisi yang tidak bisa ditebak. Begitu juga sektor putri. Beberapa sekolah yang biasa berakhir di babak penyisihan akhirnya mampu masuk dan menyajikan kondisi kompetisi baru yang tidak tertebak.Salah satunya, tim SMA Antartika Sidoarjo. Tim yang vakum selama tiga tahun itu memberikan performa terbaik selama berkompetisi di babak penyisihan. Terbukti, mereka mampu mengoleksi tiga kemenangan di laga grup C. Tak hanya memiliki keunggulan fisik, mereka juga mengimbanginya dengan skill yang baik. Mereka menunjukkan bahwa Ants –sebutan SMA Antartika Sidoarjo– mampu mengimbangi kemampuan lawan. ’’Ini merupakan tahun emas bagi SMA Antartika. Tim putra maupun putri langsung bisa menembus babak utama,’’ jelas asisten coach Ants Ali Machfud.Sementara itu, materi yang disiapkan coach SMAN 11 Surabaya Hilla Fabiyanto cukup mengesankan. Walau tidak sebaik Ants, skuad Sewelas –julukan SMAN 11 Surabaya– mampu mengungguli SMA Barunawati Surabaya yang berhasil masuk babak utama tahun lalu. Tentu Sewelas memiliki beberapa hal yang harus dievaluasi, terutama pada playmaker-nya. Mereka melakukan banyak turnover. Khusus pada bagian under ring, mereka sulit merebut defensive rebound dari lawan.SMA Al Falah, Ketintang, Surabaya, pun memberikan tekanan baru. Meski, sangat disayangkan, mereka harus kalah dari SMAN 18 Surabaya dengan skor tipis. Namun, persiapan setahun yang mereka lakukan tidak mengecewakan. Mereka mampu memenangi laga nostalgia saat kontra SMA Santo Carolus Surabaya.Bukan hanya pemain baru, tapi juga tim sekolah yang tahun lalu bertahan di babak penyisihan. Tahun ini mereka sukses menggantikan posisi tim-tim degradasi. Dua tim itu adalah SMA St Hendrikus Surabaya dan SMA Muhammadiyah 1, Taman, Sidoarjo. Terus meningkatkan kualitas bermainnya, tim Saint Hend –sebutan SMA St Hendrikus Surabaya– mampu mengoleksi 103 poin. Mussan –julukan SMA Muhammadiyah 1, Taman, Sidoarjo– juga diperkuat dua point guard andal yang memiliki skill individu yang tidak bisa diremehkan.Di sektor putri, tidak ada tim baru yang masuk babak penyisihan musim ini. Tetapi, justru banyak tim terdegradasi tahun lalu yang tidak bisa kembali ke babak utama. Hanya Stelma –sebutan SMA Stella Maris Surabaya– yang mampu mempertahankan eksistensinya ke babak utama. Dari tim langganan penyisihan, Smantass –sebutan SMAN 17 Surabaya– sukses memperlihatkan perkembangan positif secara pesat.Coach Smantass Mochammad Bachron sukses memberikan stimulus kepada tim putri untuk naik ke laga yang lebih tinggi. Berbeda dengan tim putri lainnya, kerja sama Smantass paling menonjol ketimbang tim lain. Playmaker mereka mampu melihat kesempatan dengan jeli kepada seluruh pemain. Operan mereka pun tepat dan diimbangi pula dengan pengambilan keputusan yang tangkas. Dengan evaluasi lebih, tentu tim tersebut mampu memberikan tekanan yang lebih baik pada babak utama. (pew/c22/grc)...

 
Saint Wajib Menang
22 March 2017

KETEGANGAN tentu dirasakan pada laga grup D putra. Khususnya ketatnya persaingan antara SMAN 1 Wonoayu, SMAN 1 Surabaya, dan SMA ITP Surabaya. Pada Minggu (19/3), Wonoayu –sebutan SMAN 1 Wonoayu, Sidoarjo – memperlihatkan keseriusannya meraih tiket babak utama. Tidak salah, SMAN 22 Surabaya langsung dilibas dengan skor telak 7-32. Lewat meroketnya skor Wonoayu, tidak salah bila goal difference sekolah tersebut langsung melonjak ke posisi pertama klasemen.Tentu, hal itu memengaruhi skuad Saint, julukan SMA ITP Surabaya. Mereka tidak berhenti mewaspadai Satoe, sebutan SMAN 1 Surabaya. Meski Saint berhasil menang dua kali, goal difference yang terkejar oleh Wonoayu mengakibatkan mereka wajib menang melawan Satoe. Bila dilihat dari pertandingan pertama dan kedua Saint, tim itu kurang konsisten memberikan performa bagus. Saat melawan Wonoayu sebelumnya, anak didik pelatih Abidin tersebut mampu dipukul seri pada menit terakhir kuarter keempat.Sudah pasti, hal itu berbahaya bila terulang lagi saat menghadapi Satoe. Kekalahan sekali pada pertandingan kali ini menyia-nyiakan usaha mereka menang tanpa kalah sekali pun. Tidak bisa mempertahankan tingkat kefokusan menjadi kendala utama Saint. ’’Kami kurang rapi saat defense. Semoga di pertandingan nanti kami bisa lebih ketat defense,’’ jelas kapten Saint Kamal Ruchiyat.Dia mengakui, Satoe memiliki serangan offense yang rapi. Mereka berani melakukan drive pada pertandingan sebelumnya. Mereka juga pintar mencari kesempatan untuk mendapatkan free throw di main area.Ada beberapa pemain Satoe yang diantisipasi, terutama playmaker sekaligus kapten Satoe Darrel Muflih. Komando serangannya mudah diterima skuad Satoe. Serangan mereka pun cepat dan efektif. ’’Agar tidak terbawa permainan Satoe yang cepat, Coach punya rencana. Terutama bakal menurunkan para big man pada kuarter pertama,’’ jelas kapten Kamal. (pew/c22/grc)...

 
MORE NEWS
MORE PHOTOS