Find anything on DBL Indonesia

Bangun Lapangan Sendiri, Adhi Antarkan Ellen ke Timnas

dblindonesia.com - 30 March 2018

Sudah sejak lama Adhi Pramono mengamati putri bungsunya bermain bola basket. Dirinya yakin gadis kecilnya itu pasti mewariskan bakatnya dalam memainkan bola basket. Terlebih, postur si bungsu lebih tinggi dibandingkan teman-teman sebayanya. Adhi yakin dia berpotensi untuk menjadi jagoan.

Gadis itu adalah Valencia Angelique Pramono.

Beberapa tahun silam, Adhi beranggapan bahwa Ellen – panggilan akrab putrinya – bisa menekuni dunia basket lebih dari dirinya yang sekedar bermain hanya untuk hobi.

Waktu berlalu. Dugaan Adhi nggak meleset. Sebab, gadis kecilnya tersebut baru saja pulang dari Amerika Serikat setelah lolos menjadi salah satu skuad Honda DBL All-Star 2017.

‘’Saat SD, saya lihat Ellen memegang bola. Posturnya bagus seperti pemain basket. Saya yakin dia punya potensi besar,’’ kenang Adhi.

Sejak saat itu, Adhi pun mendukung penuh Ellen untuk menekuni olahraga ciptaan James Naismith tersebut. Dukungan itu makin dibuktikannya ketika putrinya memasuki tingkat terakhir di Sekolah Dasar. Di tahun tersebut, Ellen memutuskan untuk bergabung dengan ekskul basket. Padahal, di saat yang bersamaan, Ellen harus mempersiapkan diri untuk ujian sekolah.

Melihat kesibukan putrinya tersebut, timbul lah ide Adhi untuk menyediakan fasilitas spesial.

‘’Saya siapkan lapangan basket di rumah untuk Ellen. Saat itu, saya lihat Ellen cukup sibuk dengan sekolah dan tugas-tugasnya. Harapannya, lapangan itu bisa mempermudah dia untuk latihan kapanpun dia selesai belajar,’’ jelas Adhi.

Keputusan tersebut berujung dengan direnovasinya bangunan di lantai 2 rumah Adhi dan keluarga. Dia membangun fasilitas itu dengan luas hampir separuh lapangan basket asli. Tujuannya agar Ellen bisa latihan tanpa perlu mengganggu kegiatan akademiknya.

‘’Kapan lagi kami sebagai orang tua bisa memberikan support untuknya? Mumpung Ellen masih remaja dan punya berpotensi. Sebab, pengalaman dan kesempatan selama remaja pasti nggak akan terulang lagi,’’ ujar laki-laki yang mengidolakan Michael Jordan tersebut.

Dukungan itu tentu nggak disia-siakan oleh Ellen. Bahkan hingga duduk di bangku SMP, Ellen makin rutin berlatih dan serius menggeluti basket. Melihat hal itu, Adhi pun mendaftarkan gadis kecilnya ke sekolah basket agar bisa berlatih lebih intensif.

Puncaknya, Ellen berhasil mengantarkan sekolahnya, SMP Stella Duce 1 Yogyakarta, menjuarai Junio JRBL Jogja Series selama dua musim sekaligus, 2014 dan 2015. Bahkan, di tahun 2015, Ellen yang saat itu dipercaya menjadi kapten tim, pulang dengan gelar MVP.

Saat SMA, gelaran Honda DBL makin melecutkan semangatnya bermain basket. Liga basket pelajar terbesar dan terbaik di Indonesia itu tentu nggak disia-siakan oleh Ellen. Dia bertekad untuk bertanding membela SMA Stella Duce 1 Yogyakarta semaksimal mungkin.

Untuk memantapkan diri, Ellen semakin rutin berlatih fisik. Semangat Ellen yang membara itu kian didukung oleh Ayahnya. Klop. Alih-alih diikutkan pada kelas fisik intensif di gymnasium ternama, Ayahnya justru menghadirkan personal trainer (PT) untuk Ellen seorang.

‘’Menurut saya, lebih baik memakai PT yang bisa mengawasi. Karena latihan Ellen bakal lebih teratur dan rapi,’’ jelas laki-laki yang juga hobi bersepeda itu.

Well, fasilitas lengkap sudah disediakannya. Trainer profesional pun dihadirkannya. Namun, tak lantas itu membuat Adhi tinggal duduk manis di teras rumah sembari menantikan putrinya pulang latihan. Adhi sadar bahwa yang paling penting bagi Ellen justru dukungan moril.

Untuk itu, Adhi selalu menyempatkan diri melihat Ellen bertanding dari satu liga ke liga lainnya. Bahkan, laki-laki kelahiran 1970 itu selalu merekam pertandingan putrinya tersebut untuk bahan evaluasi.

‘’Suatu hari, Ellen pernah kalah di pertandingan. Di kondisi tesebut, saya ajak dia berpikir dengan logika bahwa setiap orang selalu punya kekurangan. Jadi, Ellen nggak perlu mencari orang lain untuk dikambing hitamkan,’’ tekan Adhi.

Kekompakan antara Ayah dan si bungsu ini lah kunci dari semua buah manis yang kini mereka petik. Salah satunya adalah tercatatnya nama Ellen dalam roster Honda DBL All-Star juga calon anggota Timnas Indonesia U18.

‘’Saya selalu tekankan ke Ellen, tirulah padi yang makin tua makin merunduk. Jangan lupa juga bahwa basket adalah permainan tim, jadi harus tahu bagaimana caranya mengeksekusi yang tidak egois,’’ tutup Adhi. 

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments