Find anything on DBL Indonesia

Belajar Langsung dari Pelatih Steve Nash

dblindonesia.com - 9 February 2018 Jordan Lawley memimpin langsung latihan yang bertempat di Asics Sports Performance Center kawasan Irvine, California.(Foto: Dika Kawengian/Jawa Pos)

LOS ANGELES—“Kita hanya melakukan hal-hal yang sederhana, semangati diri, semangati teman kalian agar yang sederhana itu dilakukan sungguh-sungguh dan terus jadi lebih baik,” ungkapan Jordan Lawley di awal latihan itu membakar semangat pemain dan pelatih Honda DBL Indonesia All-Star 2017.

Bertempat di Asics Sports Performance Center kawasan Irvine, California, Special Training with Jordan Lawley, berlangsung penuh gairah. Sejak dimulai pukul 13.30 (waktu LA), Jordan terus berteriak, memuji, dan bertepuk tangan di setiap detil materi yang berhasil dilakukan dengan baik. NBA Skills Trainer itu memang terkenal dengan gaya meledak-ledaknya.

Materi fundamental basket menjadi fokus utama. Footwork dan ball handling diajarkan paling detil. Sebagai mantan pemain profesional, Jordan Lawley selalu menjelaskan fungsi dari masing-masing gerakan yang diajarkan. Seperti saat mengajarkan crossover dribble untuk melewati lawan. “Sedekat mungkin ketika dribble menyilang, selebar mungkin ketika melewati lawan! Lakukan secepat mungkin!” teriak pemegang rekor All-Time Scoring Leader di University of California San Diego itu.

Drill dilakukan selama tiga jam penuh. Hanya ada water break sesekali. Sangat padat. Karena training hanya sehari. Hanya tiga jam. “Penginnya bisa lebih lama. Kalau bisa dua hari. Menyenangkan banget!” tutur Yohanes Aristarkhus.

Pemain putra All-Star asal SMA 1 Bina Bakti Bandung itu juga berpeluang mendapat hadiah spesial dari Jordan. Dia berhasil melakukan behind-the-back dribble paling banyak dalam semenit. Sampai 70 kali. “Kalau aja aku bisa masukin three point tadi, aku bisa dapat signature shoes-nya James Harden dan Damian Lillard!” sesal Anes, panggilan akrabnya.

“Karakter latihannya kuat banget. Apalagi buat guard seperti saya. Cocok. Skillnya, court visionnya. Bagi guard setiap gerakan harus punya tujuan ternyata. Keren!” ujar Leandra Angeline Amadea Yermias Pelealu, All-Star putri dari Manado Independent School usai training bersama Jordan Lawley.

Sebelumnya, rombongan Honda DBL Indonesia All-Star 2017 berkunjung ke University of California Los Angeles (UCLA). Perguruan Tinggi Negeri terbaik kualitas akademiknya di Amerika Serikat. Didampingi Chris Carlson, UCLA Representative, mereka berkeliling ke UCLA Athletic Hall of Fame, UCLA Store, dan North Athletic Field.

Paling kagum ketika masuk ke Edwin W Pauley Pavilion, stadion basket kebanggaan UCLA. Stadion itu sekaligus menjadi kandang tim basket UCLA Bruins. Stadion berkapasitas 13.800 tempat duduk itu sangat megah berstandar NBA. “Besar banget. Keren. Selama ini cuma lihat di Instagram. Jadi pengin bisa kuliah di Amerika Serikat,” ucap Andrew William Lensun dari SMA Lokon Tomohon.

         Honda DBL Indonesia All-Star 2017 dijadwalkan berkunjung ke Santa Margarita High School besok. Menambah wawasan tentang sistem pendidikan dan fasilitas SMA tersebut. Sangat mungkin mereka merasakan suasana belajar langsung di dalam kelasnya! (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments