Find anything on DBL Indonesia

Berani Bicara Juara

dblindonesia.com - 27 October 2017 Forward SMA YPK Bontang, Sabar Pria Nugraha Simanjuntak (32) menjadi momok bagi pertahanan SMA 1 Samarinda.(Foto: Gusti Ambri/Kaltim Post)

KERJA keras SMA YPK Bontang terbayar. Penampilan memukau yang diperlihatkan dari pertandingan pertama hingga semifinal Honda Developmental Basketball League (DBL) 2017 East Kalimantan Series berhasil dijaga.

Walhasil, satu tiket di final pantas disabet anak asuh Yudha Ismail. Kepastian tersebut didapat setelah menaklukkan SMA 1 Samarinda di GOR 27 September Universitas Mulawarman dengan skor 49-40.

Kemenangan wakil Kota Taman tidak lepas dari penampilan apik Sabar Pria Nugraha Simanjuntak. Sang forward mencetak 15 poin. Disusul small forward Zidane Azam dengan 8 poin.

Pelatih YPK Bontang Yudha Ismail bersyukur dengan hasil yang diraih skuadnya kemarin. Tinggal selangkah lagi, sejarah bakal diukir. “Target kami menjadi juara. Semoga bisa jadi motivasi bagi adik tingkat untuk meneruskan prestasi di DBL tahun berikutnya,” harapnya.

Dia juga menyebut, di pertandingan final besok, seluruh siswa YPK Bontang bakal hadir untuk memberikan dukungan moral. Yudha juga mengapresiasi kehadiran sebagian siswa YPK di GOR 27 Universitas Mulawarman kemarin. “Berkat mereka, motivasi kami berlipat,” imbuhnya.

Disinggung soal persiapan, Yudha mengaku skuadnya telah digodok sejak setahun. Jadi, siapapun lawannya besok, tim sangat siap. “Kami akan perkuat pertahanan. Seperti saat melawan SMA 1 Samarinda, saya menekankan anak-anak untuk selalu bertahan,” tutupnya.

Kapten YPK Bontang Sabar Pria Nugraha Simanjuntak sangat bahagia bisa membawa timnya menembus partai puncak. Disebutkannya, ini menjadi kali kedua bagi sekolahnya berhasil lolos ke final, yakni pada Honda DBL 2010. Hanya, saat itu YPK takluk dari SMK 1 Samarinda dengan skor 39-60.

“Kami akan berlatih lebih ekstra agar selalu siap dan tetap tampil konsisten. Target kami juara tahun ini,” tutupnya.

Sementara itu, pelatih SMA 1 Samarinda, Reza Roesmana menyebut, skuadnya kalah dari segi postur. Bahkan, pergerakan Sabar tak dapat dihalau. “Di kuarter terakhir, kami sempat mengejar karena pemain nomor 32 (Sabar) keluar. Tapi, begitu dia masuk, skor kembali tertinggal,” bebernya.

Reza berharap, tahun berikutnya bisa menyiapkan pemain lebih baik. Tentunya dengan bantuan dari sekolah dengan membuka penerimaan jalur prestasi. “Mungkin bisa dicari pemain yang unggul baik materi dan postur tubuh,” pungkasnya. (*/asp/er/k11)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments