Find anything on DBL Indonesia

Bermain Tenang, JB Kalahkan Tirto

dblindonesia.com - 7 October 2018 AMBIL: Dua pemain SMAN 1 Kasihan, Ahmad Rizza (5) dan Riken Nur (15) menghalangi pemain SMA Kolese De Britto, Daniel Benu (9) yang berupaya mencetak poin.

JOGJAKARTA - Laga seru tersaji pada laga terakhir hari kedua Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018 antara SMA Kolese De Britto (JB) vs SMAN 1 Kasihan (Tirto). Sempat tertinggal pada kuarter pertama, anak-anak JB bangkit di kuarter kedua.

Mereka menutup kuarter kedua dengan keunggulan 14-6. Selain dukungan ribuan suporternya, permainan mereka mulai tenang dan menemukan polanya.

Memasuki kuarter ketiga Tirto mencoba keluar dari tekanan dan sempat menipiskan margin 16-11. Namun beberapa free throw dan lay-up anak-anak Tirto urung menjadi poin. Di sisi lain, JB sudah menikmati permainanya. Kuarter ketiga ditutup 20-11 untuk keunggulan JB.

Pada kuarter terakhir, JB makin menggila dan tak lagi bisa dikejar anak-anak Bantul. Skor akhir ditutup 42-18 untuk kemenangan JB. Pelatih JB, Nico Andrean kaget dengan penampilan Tirto yang di luar dugaannya. Sempat membuat anak asuhnya tertinggal di kuarter pertama.

”Tirto lebih bagus dari yang kami perkirakan. Mereka memberikan perlawanan ketat. Kami beruntung bisa menang,” ujarnya.

Pelatih Tirto, Rovi Hansyah mengatakan, di awal permainan timnya sudah bagus. Tapi mulai kuarter kedua seterusnya, mulai sulit mengejar ketertinggalan.

Pada laga lain, tim basket putra SMA Budi Mulia Dua (BMD) mengatasi SMAN 1 Banguntapan. Faza Firdausi dkk menang 32-19. BMD mampu mengendalikan permainan. Pelatih BMD Dewanta Aji bersyukur timnya bisa memenangi pertandingan. Sebab anak asuhnya sempat nervous di awal-awal babak. ”Tapi anak-anak kami beri strategi baru dan dapat menjalankan instruksi dengan bagus,” kata Aji.

Pelatih SMAN 1 Banguntapan, Fredericus Fredi mengatakan, pemainnya masih demam panggung di game pertama. Banyak mengalami turn over juga yang membuat timnya kalah. Pada laga tim basket putra Trappsila (SMAN 9 Jogjakarta) melawan Vigara (SMAN 1 Prambanan), dimenangi Trappsila dengan skor 25-14.

Pelatih Trappsila Gerry Andika Firdaus mengatakan, di awal laga pemainnya tegang. Baru setelah unggul di kuarter kedua mulai mengontrol permainan.

Manajer tim Vigara, Muhammad Ikhsan Kusumajati menilai, penampilan perdana di Honda DBL D.I. Jogjakarta Series 2018 menjadi pengalaman berharga. Anak asuhnya masih grogi dan memengaruhi psikologi.

”Taktikal 50 persen tidak berjalan. Tapi anak-anak sudah bermain maksimal,” tuturnya.

Laga tim putra SMAN 2 Ngaglik (Padmawidya) masih terlalu kuat bagi SMAN 11 Jogjakarta. Dimenangi Padmawidya dengan skor 22-11. Rafi Fajar Susila mencetak 13 poin, lebih dari separo perolehan tim.

Coach SMA 11 Jogjakarta Grendua Lasapa mengakui adaptasi timnya terlambat. Hal itu ditambah dengan finishing yang tidak terlalu bagus meskipun banyak membuat peluang. ”Praktis poin dari shooting dan free throw,” ujarnya.

Pelatih SMAN 2 Ngaglik Muhammad Fikri Ardian menilai, main tenang dan rapi selepas rehat jadi kunci meraih kemenangan. ”Semoga pemain kami mengurangi kelemahan turn over dan fisik ditingkatkan,” katanya.

Sedangkan tim basket putra SMAN 2 Bantul (Exsco) mengatasi SMA Budya Wacana (BW) dalam game Grup H. Exsco menang 27-21. Fokus yang hilang sejak kuarter pertama membuat BW gagal mengembangkan permainan.

Coach SMAN 2 Bantul Hervitasari menyebut, kemenangan timnya di luar dugaan. ”Percaya sama teman dan yakin bisa menang, itu kuncinya,” tuturnya.

Pelatih BW, Syamsudin mengakui, jika sedari awal anak asuhnya kurang fokus.

”Kuarter akhir mau mengejar sudah terlalu jauh. Ke depan lebih fokus transisi dalam defense dan penyelesaian,” ungkapnya. (riz/iwa/fj)*

*Berita oleh Radar Jogja 

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments