Find anything on DBL Indonesia

Bukan Cuman Harus Bisa Dribble, Campers Juga Harus Bisa Berteman

dblindonesia.com - 30 April 2018

SURABAYA- Nggak ada habis-habisnya nih inovasi dari PT DBL Indonesia untuk menyebar virus bermain basket yang benar. Melalui DBL Academy, sebuah akademi basket bentukan DBL Indonesia untuk pelajar umur 7-15 tahun, mereka menyelenggarakan DBL Academy Dribbling Camp. Kegiatan DBL Academy Dribbling Camp resmi dibuka pada Jumat (27/4) lalu.

Sebanyak 47 peserta hadir untuk ikut kegiatan selama tiga hari, terhitung sejak Jumat hingga Minggu (29/4). Ini merupakan salah satu bentuk komitmen DBL Indonesia untuk terus melakukan pembinaan basket kepada pelajar sekolah. Simbolis pemberian Jersey dari para coach yang dipimpin head coach DBL Academy Dimaz Muharri kepada perwakilan peserta Alexander Putra Brown dan Alya Sahfa menjadi pembuka DBL Academy Dribbling Camp.

Hari pertama diawali dengan materi Basketball Session 1. Latihan pertama berisi tentang basic handles & upper body workout, atau simplenya gestur dasar dalam hal dribble. Materi pokok itu masih terbagi lagi ke dalam beberapa materi kecil, seperti basic ball handling, upper body workout, side to side dribble, tag team workout, two ball series, workout dumble, dan move and finish.

Teknis latihan untuk peserta camp kali ini dibedakan berdasarkan dua kelompok usia. Yaitu kelompok usia 10-12 tahun dan 13-17 tahun. Tentunya porsi latihan dari tiap kelompok usia akan berbeda-beda. Namun, porsi waktu latihan untuk tiap materi tetap sama, yakni 20 menit.

Oh iya, materi beep test juga tak luput diberikan kepada peserta. Dalam beep test, atlet diharuskan berlari sejauh 20 meter secara berulang kali, dengan tempo yang semakin cepat sesuai dengan bunyi “beep”. Latihan tersebut bertujuan mengukur VO2 Max (maximum oxygen uptake) dan tingkat kebugaran atlet.

Karena camp ini di-handle oleh para professional di bidangnya, tentu para peserta nggak hanya disuruh berlatih dan berlatih. Setelah sesi latihan, peserta mendapatkan ice bathing supaya ototnya yang tegang bisa melemas, biar nggak cedera. Iya, ice bathing itu berendam di air es. Dalam sesi ini banyak banget peserta yang nggak bisa menyembunyikan ekspresi muka mereka yang lucu. Iya lah, siapa juga yang bisa sok kuat berendam di air es? Hahaha.

Di hari pertama, setelah seluruh materi latihan diselesaikan, peserta juga mengikuti sesi character building. Materi tersebut punya tema “Celebrating Our New Friendship” yang berfokus pada bagaimana mencari teman baru untuk proses ke depannya. Beberapa game kecil yang diselipkan dalam acara ini mampu membuat  peserta merasa terhibur.

Melihat semangat dari peserta yang nggak surut membuat Head Coach Dribbling Camp Dimaz Muhhari merasa excited. Namun, ia berpesan untuk semua peserta agar jangan cepat berpuas diri ketika sudah mengikuti Camp ini. Mereka harus selalu merasa kurang agar maksimal dalam menyerap materi.

“Senang melihat peserta mau meng-improve skill mereka dan tentunya saya sangat senang berbagi ilmu tentang basket kepada peserta. Harapan untuk semua peserta agar bisa menerima dan mengikuti semua rangkaian acara Dribbling Camp secara maksimal agar ilmu bisa berguna untuk ke depannya,” lanjut salah satu point guard terbaik di Indonesia itu.

Masih ada beberapa catatan tambahan nih dari Coach Dimaz untuk para campers. Dia menekankan kedisiplinan dan ketahanan stamina yang harus dimiliki oleh semua campers. Mereka nggak boleh bosan sama latihan.

“Beberapa peserta masih kurang dalam hal kedisiplinan. Mungkin karena masih anak-anak, jadi kesan ketika bertemu teman cuma ingin bercanda. Saya dan tim coba membuat suasana latihan tetap fun untuk menjaga agar peserta tidak bosan dalam menerima materi,” imbuh pelatih yang pernah bermain di liga profesional tersebut.

Buat kalian yang pengin tau gimana sih serunya DBL Academy Dribbling Camp ini, yuk kepoin instagramnya DBL Academy (@dblacademy)! (alr/ash)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments