Find anything on DBL Indonesia

Buku Cetak atau Ebook, Kamu Pilih Mana?

dblindonesia.com - 15 May 2017

SELAMAT datang di masa depan! Dimana saat ini kita hidup di zaman yang serba instan, termasuk dalam hal baca buku. Dulu, buku hanya ada dalam bentuk cetak dengan ketebalan yang bervariasi. Tapi sekarang, buku sudah bisa dinikmati dalam bentuk elektronik yang bisa disimpan di smartphone. Perkembangan ebook saat ini makin banyak diminati mulai dari kalangan anak sekolah, mahasiswa, hingga pekerja kantoran.  

Well, jika dilihat dari segi manapun, ebook punya banyak kelebihan dibanding buku cetak. Mulai dari segi harga, praktis, dan hemat lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas. Apalagi dengan adanya fenomena wattpad yang kini makin digandrungi berbagai usia. Di aplikasi tersebut, pengguna nggak hanya membaca artikel, melainkan juga bisa menulis karyanya. Dengan begitu, karya tulisan bisa dikomentari langsung oleh pembacanya, bukan lagi satu arah.

Dengan segudang keuntungan yang disajikan ebook, bukan nggak mungkin eksistensi buku cetak akan menurun. Ini nih, yang bikin penerbit local maupun luar negeri sedikit terancam. So, ramainya ebook bakal menggusur buku cetak? Nope! Saat ini banyak lho penerbit yang membuat playbook dengan desain yang eye catching. Hasilnya, buku-buku lucu yang kita beli bisa dipajang, makin mempercantik rak buku.

Eits, sebenarnya kehadiran ebook ini nggak mengancam buku cetak, lho. Masih banyak kok masyarakat yang masih suka membaca buku cetak. Baik online maupun cetak, maupun online bukan perkara besar. Mereka hanya dibedakan cara penyajian teks saja. Menurut penelitian Robert Stein, pendiri Institute for Future of the Book, grafik membaca buku cetak di Amerika mencapai 38%, masih lebih banyak dibanding pembaca ebook yang hanya 6%.

Sama halnya di Indonesia, buku cetak masih mencuri perhatian pembaca karena desain dan tampilannya yang playful. Menurut data IKAPI, tahun 2015 lalu kebutuhan buku-buku masih betambah. Sebanyak 30.000 judul buku diterbitkan tiap tahunnya di Indonesia, sedangkan penjualan ebook masih sedikit, yakni hanya 2% saja.

See, buku cetak nggak akan punah secepat itu. Tapi, nggak menutup kemungkinan jumlah pembaca ebook makin banyak, seiring bertambahnya pengguna smartphone. Nasib buku cetak masih bergantung, eksistensinya tergantung seberapa produktif para pembaca dan penulis buku nantinya. Kamu prefer yang mana nih? (dailymail/fri/nay)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments