Find anything on DBL Indonesia

BURU TITEL JADI RATU IBU KOTA

dblindonesia.com - 17 November 2018 HABIS-HABISAN: Tim putri SMAN 3 Jakarta akan melawan SMAN 28 Jakarta pada laga penentuan final Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Foto-foto: Taufiq dan Genta/DBL Indonesia

DKI JAKARTA- Dua wakil South Region akan saling bentrok di final Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Adalah tim putri SMAN 28 Jakarta kontra SMAN 3 Jakarta. Memiliki nama besar di dunia perbasketan tingkat sekolah menengah, tidak membuat SMAN 3 di atas angin. Srikandi Teladan (julukan SMAN 3) sempat terseok pada fase Grup B Honda DBL DKI Jakarta Championship Series 2018. Perjalanan mereka hingga ke final, berbeda dengan lawannya nanti SMAN 28 yang melaju mulus tanpa kekalahan sekalipun di fase Grup A lalu. Laga bertajuk all final South Region ini akan membuktikan siapa Ratu Ibu Kota pada tahun ini.

Kedua tim bukanlah nama baru pada liga basket terbesar se-Tanah air. Baik Teladan maupun SMAN 28 sudah pernah merasakan kerasnya atmosfer gelaran Honda DBL DKI Jakarta. Hanya saja, Teladan memang memiliki segudang torehan prestasi mentereng. Tim asal Setiabudi itu tampil konsisten selama ikut Honda DBL DKI Jakarta. Tim polesan Jacky Igantius Hatta selalu masuk final di setiap edisi yang mereka ikuti. Dari 5 kali final (2012, 2013, 2014, 2016, 2017) tiga di antaranya trofi berhasil jatuh ke tangan putri Teladan. Yaitu pada seri 2013, 2014, dan 2016.

Berbanding terbalik dengan musuhnya, SMAN 28. Prestasi mereka hanya mampu mencapai babak semifinal Honda DBL DKI Jakarta edisi 2015. Tim asal Pasar Minggu itu juga absen pada dua tahun setelahnya. Namun, kembalinya mereka setelah tak ikut di edisi 2016 dan 2017, Sophia Adventa dkk tampak garang. Dimulai juara pada babak penyisihan regional Selatan lalu. Mereka berhasil menumbangkan lawan yang sama di final Championship Series ini, SMAN 3. Tentu ini merupakan ancaman bagi Teladan guna mempertahankan nama besar mereka.

Jika dilihat dari statistik, SMAN 28 lebih memiliki materi pemain yang rata. Empat pemain andalan mereka mampu membukukan poin di atas 40. Dimulai dari sang kapten Sophia Rebecca Adventa dengan torehan 77 poin, lalu diikuti guard mereka Shabrina Shalhan dengan 71 poin. Setelahnya, ada Alya Namira dan Syeiffa Azelrisya dengan 55 dan 50 poin. Serta forward SMAN 28, Komang Raissa dengan 43 poin. Hal itu membuat Teladan harus benar-benar waspada dalam menjaga pergererakan setiap pemain SMAN 28.

Namun bukan berarti SMAN 28 bisa unggul segalanya dari Teladan. Insyira Keysa dkk memiliki spirit yang tinggi demi mempertahankan nama besar mereka. Usai takluk dari SMK Yadika 2 pada fase Grup B lalu, Teladan terus menuai hasil positif. Anak-anak Setiabudi ini langsung mengalahkan SMAN 71 pada laga penentu Grup B. Mereka juga menumpas habis SMAN 36 pada babak semifinal lalu, demi menjaga tradisi tampil di final Honda DBL DKI Jakarta.

Tentu, tren positif ini akan membahayakan SMAN 28 dalam merengkuh trofi bergengsi, Honda DBL DKI Jakarta. Kedua tim ini juga memiliki guard yang berani menusuk ke dalam paint area lawan. Dari Teladan, pemain bernomor punggung 10, Zefanya Angelina Risdianto memiliki kemampuan dribbling yang baik. Begitupun dengan Shabrina Shalhan. Kedua pemain ini bisa membaca situasi di lapangan.

Begitupun dengan center nya. SMAN 28 memiliki Sophia Rebecca sementara Teladan punya Jofinka Putri Bandini. Tentu duel keduanya sangat dinanti. Pasalnya, keduanya memiliki postur yang bagus terutama saat duel di udara. Tercatat, offensive rebound Sophia maupun Jofinka mencapai 27 kali. Dengan begitu, barisan pertahanan Teladan ataupun SMAN 28 harus waspada saat mereka berada di poisi under ring.

Pertarungan seru ini, membuat dua pelatih sama-sama memiliki ambisi menjadi juara. Jacky Ignatius Hatta, pelatih Teladan mengungkapkan anak asuhnya harus habis-habisan demi gengsi DKI Jakarta. “Kami ingin balas kekalahan di final South Region lalu. Ini bukan lagi tingkat wilayah, tapi ini sudah DKI Jakarta,” ujarnya.

Di sisi lain, Syafiq Ali pelatih SMAN 28 juga ingin piala Honda DBL DKI Jakarta jatuh kembali ke tangannya setelah sebelumnya berhasil membawa juara SMAN 6 pada edisi 2015 silam. “Mereka (Teladan) pasti akan tampil ngotot. Hanya saja, kami tidak ingin kalah dari mereka. South Region lalu jadi bukti kami bisa unggul dari mereka,” ucapnya. (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments