Find anything on DBL Indonesia

Cewek Ikutan Perkusi? Siapa Takut! Kenalin Marsya, Penabuh Snare Thirteenrangers

dblindonesia.com - 19 April 2017 Marsya tak malu untuk ikut menabuh drum demi membela sekolahnya di ajang Honda DBL. Salut deh Marsya! (Foto: Iklillah Dini / DBL Indonesia)

GIRLS power! Itu dia kata yang cocok buat Marsya Navy Raiana, cewek umur 16 tahun yang menjadi satu-satunya penabuh cewek snare drum asal Thirteenrangers (SMAN 13 Surabaya).

Posisi yang identik dengan cowok ini nggak semudah yang dikira loh, apalagi kalo digantikan oleh cewek. Supporter yang tiap sekali tampil bisa menyanyikan hingga 10 chant berbeda, kebayang kan gimana capeknya Marsya yang harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk memainkan snare drum.

Bukan hal mudah buat Marsya bergabung dengan perkusi Thirteenrangers. Ia mengaku sempat keususahan di awal. “Aku ikut perkusi karena lumayan suka main drum,” katanya.

Ya, memainkan snare drum memang nggak boleh asal. Chemistry menyesuaikan lagu dan ritme harus senada, mainnya harus dengan feel biar nggak meleset. Pastinya harus koordinasi dengan pemain alat music lainnya juga biar makin mantap.

Punya kesan yang menantang dibanding kegiatan lain, adalah salah satu alasan siswi kelas 11 ini mengikuti perkusi. Menurutnya selama bermain perkusi di Thirteenrangers, ia selalu mendapat pengalaman menarik. Ia juga nggak malu untuk menunjukkan hobinya tersebut. Di sana, koor juga mengajarkan kebersamaan, kekompakan, dan kekeluargaan antar tim. Itulah kenapa yang bikin Marsya merasa betah.

 

Kerja keras terbayarkan ????????

Sebuah kiriman dibagikan oleh Marsya Navy R. (@marsyanavy) pada

Latihannya fleksibel. Nggak harus tiap minggu dituntut wajib datang. Takutnya, jika terlalu disortir pemain malah kecapekan saat akan tampil. Koor thirteenrangers menyesuaikan jadwal latihan dan Sekolah. Cara melatih juga cukup mudah dipahami para anggota baru. Misalnya, mereka ngasih contoh terlebih dahulu gimana cara memainkan tiap alat music perkusi. Barulah setelah paham, mereka boleh mencoba dan dinilai oleh si pelatih.

“Capek sih, tapi rasanya lebih lega aja kalau habis main perkusi,” imbuhnya. Dengan memukul snare drum, kita juga bisa luapin emosi. Selama Marsya bermain perkusi, orangtuanya mendukung penuh. Sebab, ia bisa membagi waktu antara sekolah dan hobi. Yang lebih membanggakan lagi, nilai-nilai Sekolahnya juga nggak menurun. Malah makin meningkat dan mendapat peringkat sepuluh besar.

Nah, kalian para cewek juga nggak mau kalah, dong! Nggak usah malu untuk mengeksplor kegiatan apa aja yang kita sukai. Selagi positif, why not? (fri/nay)

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments