Find anything on DBL Indonesia

Daffa Wardhana : "Kalahkan ketakutan and Break The Barrier!"

dblindonesia.com - 7 March 2018

#BreakingTheBarrier (3)

 

Lima tahun yang lalu, seorang murid baru dari Asia mencoba peruntungannya di tim basket sekolah United World College of South East Asia Singapura. Daffa Wardhana namanya.

Ketika pertama kali menginjakkan kaki di sekolah itu, Daffa jelas berpikir bahwa untuk dapat bergabung ke dalam tim The Dragons, julukan untuk tim basket sekolahnya, it’s kind of big deal. Jelas banget. Karena sekolahnya itu berisikan murid-murid dari berbagai belahan dunia.

Oke, biar semakin jelas, Daffa Wardhana menjadi satu-satunya murid baru dari Asia. Satu-satunya. Dengan kata lain, skill bukan lagi menjadi pembeda utama. Namun juga postur badan dan fundamental basket. Semuanya berbeda. Dan semua itu membuat Daffa merasa minder.

“Dengan postur yang kalah jauh begini, apa gue bisa ya masuk ke tim?” ujarnya kala itu sambil melihat satu persatu teman-temannya yang juga ingin menjadi bagian dari The Dragons. “Beda level lah. Semuanya udah punya fundamental yang lebih bagus daripada gue,” lanjutnya pesimistis.

Menyadari hal itu, Daffa bisa aja dengan mudah memutuskan untuk menyerah dan kemudian berganti hobi. Meskipun hobi itu telah dia geluti sejak kecil. 

Namun, hati kecilnya berkata lain. Jiwa petarung dalam diri Daffa yang justru nggak mengizinkannya menyerah sebelum bertempur. “Nggak! Gue nggak boleh nyerah gitu aja, gue harus bisa gabung ke The Dragons!” 

Keadaan nggak serta menjadi lebih mudah. Sebab, Daffa tinggal sendiri di negeri orang. Untuk minta dukungan dari orang terdekat, wah…itu nggak semudah membalik telapak tangan.

Beruntung Daffa punya kemauan kuat. Apalagi orang tuanya juga terus memberikan dukungan, meskipun nggak secara langsung. Tapi itulah sumber kekuatan utamanya.

Singkat cerita, semua rangkaian seleksi dihajarnya. Dan setelah mengikuti seluruh tahapan seleksi, Daffa nggak terlalu banyak berharap. Lagi-lagi karena berbagai perbedaan antara dirinya dengan teman-temannya.

“Tapi, itu nggak penting lah. Yang terpenting adalah gue udah mengeluarkan 110% kemampuan gue,” tuturnya mantap. 

Akhirnya, hari yang ditunggu pun tiba. Nggak ada yang menyangka, Daffa terpilih menjadi bagian The Dragons! Masuk ke tim basket kebanggaan sekolahnya, Daffa semakin bertekad untung giat berlatih agar mampu membawa kemenangan bagi The Dragons. 

“Gue ngerasa beruntung. Ketika ragu sama diri gue sendiri, alih-alih mundur, gue justru semakin semangat buat ngebuktiin kalo gue bisa. Karena terkadang rasa takut dalam kepala kita jauh lebih menyeramkan dari apapun. Udah jadi tugas kita buat ngalahin ketakutan itu dan Breaking the Barrier!”

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments