Find anything on DBL Indonesia

Derby Duren Sawit Milik 61

dblindonesia.com - 30 October 2018 DUEL UDARA: Forward andalan SMAN 61 Jakarta, Dhimas Aldry (kiri) melompat untuk menghentikan Ananta Dandhy dari SMAN 71 (kanan) yang melakukan lay up

DKI JAKARTA- Duel sengit tersaji dalam lanjutan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – East Region di GOR Pulogadung, Senin kemarin (29/10). Saat dua tim sekolah yang sama-sama berasal dari Duren Sawit, SMAN 61 dan SMAN 71, harus melakoni derby. Demi melanjutkan langkah pada kompetisi basket pelajar terbesar di tanah air ini.

Sejak tip-off dimulai, laga derby ini langsung membuat para penonton riuh. Kedua tim saling berbalas mengoyak ring dan ngotot untuk dapat memenangkan laga sore hari itu. Namun, pada akhirnya SMAN 61 berhasil menyudahi perjalanan sang runner-up Honda DBL DKI Jakarta Series tahun lalu, SMAN 71, lewat keunggulan 29-22.

Pada menit-menit awal, Sapta Eka (Julukan SMAN 71) dan SMAN 61 sama-sama scoreless. Kedua tim sama-sama menuai kebuntuan. Inisiatif time out langsung diambil Sapta Eka, Addy Mulyadi pada menit ketiga. Sejak itu, para punggawa Sapta Eka langsung terbakar. Finalis edisi 2016 dan 2017 itu mengeluarkan tajinya dan membuat pertahanan SMAN 61 kewalahan. Tiga poin dari Ananta Dandy menutup keunggulan Sapta Eka, skor 6-4.

Memasuki kuarter kedua, SMAN 61 berbalik unggul dari lawannya. Melalui forward andalan Dhimas Aldry yang berhasil membukukan 8 poin untuk membawa timnya unggul. Belum genap satu menit pemain bernomor punggung 9 itu langsung mencetak three point. Hal itu jadi titik balik SMAN 61 untuk unggul atas rival abadinya, dan menutup kuarter kedua dengan berbalik unggul.Tyas Satrio dkk unggul 15-8.

Ketatnya laga semakin meningkat pada kuarter ketiga. Kali ini, Sapta Eka yang kembali unggul atas SMAN 61. Duet Nasser Muhammad dan Ananta Dandy mampu membuat tim polesan Muhammad Fahmi tak berkutik. Torehan 6 poin Nasser dan Ananta dari total 10 poin Sapta Eka pada kuarter ketiga membuat mereka unggul tipis satu bola. Sementara SMAN 61 sendiri hanya mampu membukukan 1 poin pada kuarter ini, skor 18-16 jadi milik Sapta Eka atas rivalnya.

Puncak drama terjadi saat memasuki kuarter keempat. Pada babak penentu ini, kedua tim asal Duren Sawit terlihat ngotot untuk memenangkan laga. Digadang-gadang sebagai sebagai final prematur, SMAN 61 menunjukkan bahwa timnya layak dipandang di Honda DBL DKI Jakarta. Anak asuh Muhammad Fahmi memperlihatkan team work yang lebih baik, pola permainan mereka sangat terlihat rapi pada kuarter penentu.

Kali ini center andalan mereka, Yoel Marco mampu membawa timnya unggul. Torehan 14 rebound pemain berpostur tinggi 190 sentimeter tersebut membuat barisan penyerangan Sapta Eka buntu. Ditambah, absennya salah satu guard andalan Sapta Eka, Muhammad Hafizh yang membela DKI Jakarta di Kejurda U-16, makin membuat Sapta Eka sulit berkembang pada masa-masa krusial.

Dan saat buzzer tanda pertandingan berbunyi, derasnya air mata keluar tak tertahankan dari beberapa pemain Sapta Eka saat melihat papan skor. Skor akhir 29-22 untuk kemenangan SMAN 61 menjadi hasil akhir dari partai menegangkan yang menguras keringat masing-masing pemain. Persiapan matang memang telah dilakukan oleh SMAN 61 sejak tersungkur oleh SMAN 3 tahun lalu.

“Kami memang sudah scouting pemain mereka (re: SMAN 71) saat mereka tanding pada babak awal East Region kemarin. Jadi saya sudah sangat menyiapkan plot pemain untuk saling menempel ketat pemain andalan mereka. Dan hal itu berhasil, Alhamdulillah kami menang,” ujar pelatih SMAN 61 Muhammad Fahmi.

Di sisi lain, pelatih Sapta Eka Addy Mulyadi kagum dengan kesiapan dari lawannya hari ini. “Saya pikir untuk tiga tahun kedepan, dengan keseimbangan skuad serta kekompakan seperti itu, SMAN 61 akan menjadi tim yang dominan di Jakarta Timur. Untuk Honda DBL tahun ini, tim lain juga harus waspada terhadap mereka,” ungkap Addy. (*)

STORY PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments