Find anything on DBL Indonesia

Dewi Fortuna Tak Berpihak

dblindonesia.com - 2 October 2017 SMAN 8 Tangerang (hitam) terpaksa angkat koper lebih awal setelah kalah 20-22 dari SMK Strada Daan Mogot (putih) di GOR Dimyati, Minggu (1/10).(Foto: Segan P.S./Radar Banten)

SMK Strada Daan Mogot berhasil lolos ke babak kedua Honda DBL Banten Series 2017 setelah menang 22-20 atas SMAN 8 Tangerang di GOR Dimyati, Minggu (1/10). Keme nangan ini mengubur impian SMAN 8 yang sempat absen selama empat tahun.

Laga antara SMK Strada kontra SMAN 8 berlangsung seru menghibur. SMAN 8 langsung menguasai jalannya pertandingan dengan memenangi kuarter per tama 7-2. Kuarter kedua juga dikuasai mereka dengan kunggulan 11-6.

Memasuki kuarter ketiga, SMK Strada mencoba bangkit untuk mengejar poin. Tim besutan Resa Rudiansyah ini berhasil mencetak enam poin hingga mereka hanya tertinggal setengah bola 12-13 dari SMAN 8.

Di kuarter keempat, laga berjalan ma kin ketat. Saling curi poin terjadi se lama pertandingan. Bahkan skor im bang 20-20 sempat bertahan lama. Di tiga detik terakhir, SMK Strada mencetak satu bola rebound meman faatkan free throw yang gagal dieksekusi. Jonathan cs pun tampil sebagai pemenang.

“Kami enggak nyangka bisa lolos dari pertandingan pertama ini. Karena pertahanan kami berantakan. Tapi semua sudah kami buktikan, dan mudah- mudahan bisa juara,” katanya usai pertandingan, Minggu (1/10).

Pelatih SMK Strada Daan Mogot Gama Liel mengatakan, anak asuhnya be lum bermain lepas dan masih dihantui rasa takut kalah hingga meng akibatkan nervous. “Karena sebagian besar pemain baru, ada 60 persen pe main baru. Saya cuma beri instruksi su paya mereka (pemain-red) bermain lepas dan lebih berani,” ujarnya.

Sementara kesedihan menyelimuti pa ra pemain SMAN 8 Tangerang. Mereka terlihat menangis karena tidak menyangka bakal angkat koper di laga pertama. “Faktor lucky (keberuntungan) tidak memihak ke kami. Lagi enggak beruntung hari ini (Kemarin-red),” ucap Pelatih SMAN 8 Resa Rudiansyah.

Menurut Resa, kesedihan dan tangisan para pemain cukup beralasan. “Sebab kami sudah menyiapkan tim ini selama satu tahun lebih. Pasti sedih banget kalau sudah kalah. Terakhir kami ikut (Honda DBL) tahun 2013. Dan komposisi pemain tahun ini rata-rata kelas 12,” ungkapnya. Hampir semua pemain SMAN 8 menangisi kekalahan satu bola atas SMK Strada. (mg-05/asp)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments