Find anything on DBL Indonesia

Dharma Loka Unggul Tiga Angka

dblindonesia.com - 3 October 2018 MELEWATI: Pemain Dharma Loka, Robincar Sidauruk (kiri) berusaha melewati hadangan pemain SMAN 1 Ujungbatu, Angi Ananda di GOR Tribuana Pekanbaru, Rabu (3/10/2018). DEFIZAL/RIAUPOS

SMA Dharma Loka Pekanbaru melewati laga perdana penyisihan Grup A Honda Developmental Basketball League (DBL) Riau Series 2018 dengan hasil positif di GOR Tribuana, Rabu (3/10). Bisa menundukkan  SMAN 1 Ujungbatu, kemenangan dirasa sebagai keberuntungan karena diraih dengan susah payah dan hanya unggul tiga angka. SMA Dharma Loka menang melawan SMAN 1 Ujungbatu dengan skor 25-22. Di kuarter pertama, skor tercatat 6-8 untuk keunggulan SMAN 1 Ujungbatu. Di kuarter kedua, Dharma Loka berbalik unggul 13-11. Di kuarter ketiga, Dharma Loka
tetap unggul dengan skor 19-15.

Pada kuarter empat, kedua tim saling susul. Di babak ini, Dharma Loka membukukan enam angka, sedangkan SMA 1 Ujungbatu lebih banyak, yakni tujuh angka. Meski begitu, kemenangan tetap diraih Dharma Loka dengan selisih tiga angka. Sepanjang pertandingan SMA Dharma Loka memasukkan 10 dari 32 percobaan tembakan yang dilakukan. Dengan rincian delapan tembakan dua angka dan dua tembakan tiga angka. Sedangkan dari lima free throw yang didapat, mereka mengkonversi tiga kali percobaan menjadi angka. Di sisi lain, SMA 1 Ujungbatu mencatatkan total delapan tembakan masuk dari 33 kali percobaan. Tujuh tembakan dua angka dan satu tembakan tiga angka.

Mereka banyak mendapatkan peluang menambah poin dari free throw yakni 20 kali, namun hanya lima yang berhasil menjadi angka. Pelatih SMA Dharma Loka Pekanbaru Dewit menyebut, timnya beruntung bisa memenangi laga melawan SMA 1 Ujungbatu ini. ‘’Unggul tiga angka, sampai detik-detik akhir. Kami lebih beruntung,’’ ucapnya. Anak asuhannya yang sempat tertinggal memasuki kuarter kedua disebutnya terjadi karena bermain terburu-buru. ‘’Anak-anak main agak terburu-buru. Kuarter ketiga kami perbaiki dan bisalah mereka menahanemosi. Ke depannya, kami akan berusaha tetap bermain menjadi yang terbaik. Yang ditekankan emosi anakanak. Dari awal mereka main tak sabar, mau main cepat, stamina terkuras sendiri. Mungkin agak nervous juga,’’ jelasnya.(das)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments