Find anything on DBL Indonesia

Drama Detik Akhir!

dblindonesia.com - 10 September 2017 Forward SMAN 2 Denpasar IB Ananta Wisnu Putra dikawal dua pemain SMA Dyatmika Denpasar, kemarin.(Foto: Miftahuddin/Radar Bali)

TIGA laga berakhir dengan skor ketat, pada hari kelima Honda DBL 2017 Bali Series, Sabtu kemarin (9/9). Masing-masing laga antara tim putri SMA Jembatan Budaya School Badung (JBS) yang menang 13-8 atas SMA Harapan Denpasar (Hope) di grup C. Kemudian kemenangan dramatis 28-27 tim putra Soverdi Tuban (SVD) atas SMKN 3 Denpasar (Triska) di grup G. Serta laga paling menegangkan, yakni runner up tahun lalu SMAN 2 Denpasar (Resman) yang menang tiga poin, 39-36 atas SMA Dyatmika Denpasar. Kedua laga tersebut bahkan bikin spot jantung penonton hingga detik akhir.

Bagi tim putra Soverdi Tuban, kemenangan kemarin membuka peluang tim asuhan Coach IGN Teguh Putra itu untuk lolos ke babak 12 besar. Cowok Soverdi harus mengalahkan putra SMAN 3 Denpasar (Trisma) pada laga terakhir. Sebelumnya, putra Trisma kalah dari SMKN 3 Denpasar.

“Anak-anak kurang fokus. Sehingga sempat terkejar di detik akhir. Turnovers di atas 10 dan free throw buruk. Bisa jadi anak-anak demam panggung, karena ini main pertama,” kata asisten pelatih SMA Soverdi Arfa Fadillah usai pertandingan kemarin.

Sementara itu, kekalahan bagi tim putra SMA Dyatmika Denpasar dari tim putra Resman semalam membuat mereka gagal memastikan diri sebagai juara grup E. Anak asuh Wibowo Susilo itu harus menunggu hasil tiga runner up terbaik.

“Kami lengah di akhir kuarter keempat. Bisa dibilang keburuntangan juga tidak ada di kami. Tapi yang jelas ada evaluasi di fisik tim kami juga yang masih kurang,” ujar coach Dyatmika Wibowo Susilo usai pertandingan.

Di kubu lawan, pelatih putra Resman Ketut Bintara Suyasa tampak tegang usai pertandingan. Pelatih senior itu mengakui kelemahan anak asuhnya yang sempat tertinggal hingga ujung kuarter keempat.

“Ini masalah di anak-anak sendiri. Kami kira pertandingan selanjutnya melawan JB School harus lebih siap lagi,” ujar Bintara. Putra Resman sendiri sedikit pincang, karena sang kapten IB Ananta Wisnu Putra tampil dalam kondisi kaki cedera. MVP Honda DBL 2016 Bali Series yang masuk Honda DBL Indonesia All Star 2016 (ke AS) tersebut mengaku menahan sakit selama pertandingan.”Cedera sebelum DBL. Saya hati-hati mainnnya,” kata Gus Nanta, sapaannya usai pertandingan.

Pada game lainnya, tim putra SMA Santo Yoseph Denpasar (Sanjose) menjaga asa lolos dari grup I. Pasukan asuhan pelatih Triadnjana Adilokatanaya sukses meredam SMA Taman Rama Denpasar (Tara) dengan kemenangan 41-25.

“Masih pertandingan pertama dan anak-anak masih nervous. Saya kira mereka belum menemukan ritme di awal pertandingan. Tapi kami optimistis untuk laga selanjutnya,” ujar pelatih cowok Sanjose Triadnjana Adilokatanaya, kemarin. 

Sedangkan satu laga lainnya, juara bertahan tim putra SMAN 1 Denpasar (Smansaden) menang mudah atas SMAN 1 Kuta Utara (Sakura). Anak asuh IGN Rusta Wijaya itu melalui laga pertamanya dengan kemenangan 62-14.

“Secara umum saya puas dengan penampilan anak-anak. Tapi tetap harus waspada untuk pertandingan selanjutnya. Terutama defense,” kata Coach Rusta, kemarin. (han)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments