Find anything on DBL Indonesia

Duel Tim Haus Poin

dblindonesia.com - 13 September 2018

Mangga Besar, Jakarta - KEBERHASILAN tim putra SMA Kristoforus 2 melaju dalam persaingan Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – West Region, menjadi torehan positif tim asuhan Vendy Tantono ini. Pasalnya, petualangan The Popeye (julukan SMA Kristoforus 2) di Honda DBL DKI Jakarta belum terekam sama sekali oleh sang lawan, SMA Bukit Sion. Meski memiliki status yang mentereng karena pernah dua kali menjadi champion, Bukit Sion harus lebih dini untuk mewaspadai pergerakan Steven Hans Limawan dan tim.

Tercatat, dua kali pertandingan yang dilakoni The Popeye (julukan SMA Kristoforus 2 selalu berakhir di atas angka 30. Puncaknya, ketika mereka mengandaskan laju SMA Bina Bangsa dengan skor 42­9, yang mana pada partai sebelumnya mereka menyudahi perlawanan SMAN 112 dengan skor 38­10. Tak jauh berbeda, Buksi (julukan SMA Bukit Sion) juga memiliki motor serangan yang menakutkan.

Tim polesan Jap Ricky Lesmana ini juga selalu menyudahi pertandingan dengan skor besar. Mereka berhasil memaksa SMA Dian Harapan angkat koper dari pentas ini dengan skor 37­20. Dan kemenangan telak nan meyakinkan kala jumpa SMA Abdi Siswa, Buksi unggul 78­14. Produktivitas Buksi sangat mengandalkan duet Darryl dan Dixie yang menjadi mesin poin. Kedua pemain ini sudah menorehkan 47 poin dari total 115 angka yang telah dicetak Buksi.

Sementara The Popeye sangat mengandalkan kekuatan sang kapten, Steven Hans dalam urusan poin. Setidaknya, pemain berposisi guard itu telah mencetak 24 poin dari dua kali pertandingan. Selain sama­sama produktif dalam me ngemas poin, kedua tim juga sama­sama memiliki rebounder tangguh. Rafael Pasha center Buksi sudah membuat rebound sebanyak 14 kali dari dua laga.

Begitu pun Kerry Keegen Ciang big man dari The Popeye yang sudah melakukan rebound sebanyak 11 kali. Dalam urusan ball possesion Buksi harus sangat hati­ hati. Sebab, tim yang pernah 3 kali beruntun tampil di final Honda DBL DKI Jakarta itu rentan melakukan turn over. Tercatat 30 kali dari dua pertandingan telah dilakukan, berbeda 4 angka dari The Popeye.

“Yang terpenting adalah mental anak­anak. Capaian kami hingga sejauh ini sudah sangat bagus. Mental dan defense pemain harus diperbaiki agar tidak kerepotan saat melawan Bukit Sion yang lebih berpengalaman,” ucap Vendy Tantono, pelatih SMA Kristoforus 2. Melihat statistik dari kedua tim. Laga hari ini akan diprediksi berakhir dengan skor ketat. Pemenang dari laga ini akan berlaga di final region Jakarta Barat, melawan pemenang antara SMA IPEKA Puri kontra SMAN 2 Jakarta, Sabtu (15/9) lusa. (*)

Story Provided By Warta Kota

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments