Find anything on DBL Indonesia

Dust Gagalkan Misi Nasa

dblindonesia.com - 3 November 2018 CHAMPIONS: Tim putra SMAN 21 berhasil menjadi juara setelah mengandaskan laju SMAN 61 pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region kemarin (2/11). (Genta/DBL Indonesia)

DKI JAKARTA- Ambisi tim putra SMAN 61 Jakarta untuk revans atas kekalahan dari SMAN 21 Jakarta di Honda DBL DKI Jakarta Series 2015 gagal terwujud. Dust (julukan SMAN 21) berhasil menaklukan Nasa (julukan SMAN 61) dengan skor 50-42 pada final party Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 - East Region Jumat malam (2/11). Meski menang, Dust bermain tak seperti biasanya. Pasalnya, Dust dipaksa bermain tanpa mengandalkan pemain center andalan mereka, Ihsan Faiz Ilhamsyah.

Yoel Marco Benyamin, center andalan Nasa berhasil mematikan pergerakan Faiz di dalam area paint. Dengan memanfaatkan kecepatannya Yoel berhasil pergerakan big man bernomor punggung 4 tersebut. Alhasil, Faiz hanya mampu mencetak 4 poin untuk Dust. Pelatih Nasa, Muhammad Fahmi memang menginstruksikan para pemainnya untuk menjaga Faiz secara ketat. 

Rizqy Menyadari anak-anaknya kesulitan mendobrak pertahanan lawan, coach Rizqy Almushaddieq mengubah strategi untuk mengatasi ketatnya tembok pertahanan Nasa. Muhammad Irfan Fadhillah menjadi pilar utama Dust untuk meruntuhkan rapatnya defense Nasa.

Selama pertandingan, Irfan menjadi pemain yang membuat kocar-kacir barisan pertahanan Nasa. Dengan kecepatan dan keberanian menusuk pertahanan Nasa, Student athlete kelahiran 2001 itu mampu mendulang poin untuk Dust. Torehan 26 poin menjadi bukti betapa garangnya shooting guard andalan Dust tersebut.

Nasa pun sempat mengancam Dust untuk menelan pil pahit. Center andalan Dust, Ihsan Faiz terpaksa terkena foul trouble pada menit kedua kuarter empat. Hal ini tentunya membuat pertahanan Dust semakin rentan. Memanfaatkan lowongnya pertahanan Dust, Nasa pun akhirnya dapat memimpin untuk pertama kalinya di menit ke lima kuarter keempat skor 41-39, Dust sempat tertinggal.

Tapi, semangat juang yang diperlihatkan pasukan Kayu Putih tersebut berhasil membuktikan mental juara para punggawa Dust.  Irfan berhasil berhasil menorehkan 6 poin terakhir melalui free throw pada dua menit terakhir untuk berlari jauh dari kejaran Nasa. Berkat kegaharan Irfan Mimpi Nasa untuk meroket menjadi juara pun harus kandas. Dust memenangkan laga dengan skor 50-42.

Keluarnya Dust sebagai juara tentunya membuat coach Rizqy Almushaddieq senang dengan prestasi yang diukir anak-anaknya tersebut. Namun, dirinya juga mengaku harus membenahi beberapa kekurangan timnya. Pasalnya, lawan yang akan dihadapi saat Championship Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 merupakan tim terbaik daari perwakilan regionalnya masing-masing.

“Alhamdulillah kami berhasil menjadi juara. Namun, masih ada kekurangan kami di sisi pertahanan dan kerap kali melakukan turn over. Tentu hal itu harus segera kami perbaiki. Karena tidak ada waktu banyak untuk menghadapi babak Championship,” ungkapnya.

Selain itu, kapten dari Nasa, Tyas Satrio menyadari kekalahan timnya menjadi pekerjaan rumah yang besar. Jeda waktu satu minggu sebelum Championship Series harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. “Belajar dari kekalahan di final East Region, kami harus melakukan banyak scrimmage untuk memperkuat mental kami. Kondisi kami yang di atas angin tadi sempat membuat kami lengah sehingga membuat kami kecolongan dari Dust,” ungkapnya. (*)

PROVIDED BY WARTA KOTA

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments