Find anything on DBL Indonesia

Exsco dan Padmawidya Melaju ke Big Eight

dblindonesia.com - 10 October 2018 TEROBOS: Forward SMAN 2 Ngaglik (putih) Wahyu Bagas melakukan drive in dan mendapat hadangan dari para pemain bertahan SMAN 2 Banguntapan.

JOGJAKARTA - Hari kelima Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018 di GOR UNY meloloskan dua tim basket putra ke babak big eight, kemarin (9/10). Keduanya, SMAN 2 Bantul (Exsco) dan SMAN 2 Ngaglik (Padmawidya).

SMAN 2 Bantul (Exsco) melaju setelah Nurhandito Firmansyah dkk meraih kemenangan kedua di Grup H atas SMAN 1 Piyungan. Sebelumnya, mereka menang atas SMA Budya Wacana.

Kolektivitas dan percaya diri menjadi modal Exsco mengatasi pertandingan kedua. Forward Exsco, Zidan Achmad Raihan menyumbangkan 10 poin. Bersaing dengan Noerama Tri Pamungkas dari Piyungan yang mengemas 9 poin.

Coach SMAN 1 Piyungan, Dwi Murti Yadi mengatakan, permainan anak asuhnya sudah sesuai rencana. Lawan yang lebih unggul skill individu diantisipasi. Namun mental masih jauh dari harapan.

”Persiapan kami terbatas, ini juga pertama kali ikut DBL. Anakanak masih kurang jam terbang. Laga lawan Budya Wacana kami target menang,” ungkapnya.

Coach SMAN 2 Bantul, Hervitasari mengakui anak asuhnya kurang disiplin posisi. Sering berpindah dari pos semula. Namun dia mengapresiasi kerja keras pemainnya yang lolos ke big eight.

Sedangkan duel SMAN 2 Ngaglik (Padmawidya) vs SMAN 2 Banguntapan (Badu) dari Grup B berlangsung sengit. Anak-anak Banguntapan tak mau tersingkir.

Namun usaha Badu membendung langkah Rafi Afrizal dkk memenangi pertarungan hanya sampai kuarter ketiga. Saat itu Badu hanya tertinggal satu poin di kuarter ketiga saat anak-anak Ngaglik unggul 9-8. Pada kuarter 4, Badu kesulitan mengejar poin lawan. Sumbangan 9 poin Faishal Andy Dharmawan tak cukup mengangkat timnya dari ketertinggalan.

Pelatih Padmawidya M. Fikri Ardian mengatakan, kehilangan dua pemain karena cidera memengaruhi kondisi tim. ”Kami beri anak-anak pola main baru, mereka ternyata bisa improve skill defense,” ujarnya.

Pelatih Badu, Egi Wiyatmoko sebenarnya menargetkan timnya lolos big eight. Namun cideranya pemain kunci dan belum meratanya kualitas anak asuhnya dapat dieksploitasi lawan. (riz/iwa/fj)*

*Berita oleh Radar Jogja

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments