Find anything on DBL Indonesia

Hari Ini Pilih 24 Besar

dblindonesia.com - 27 November 2017 Pelatih dari WBA Australia Jason Cuperus memberikan materi pada hari pertama Honda DBL Camp 2017 yang berlangsung di DBL Academy kemarin.(Foto: Dika Kawengian/Jawa Pos)

HONDA DBL Camp 2017 resmi dimulai kemarin. Sebanyak 224 camper lang sung melakoni serangkaian latihan berat di DBL Academy.

Mereka dimentori langsung oleh lima trainer World Basketball Academy, Australia. Yakni, Andrew Vlahov, Shane Froling, Jason Cupersus, Melissa Sinfield, dan Ryan Gardiner. Dua nama terakhir merupakan trainer anyar di DBL Camp.

Kelima trainer secara bergantian memberikan materi kepada para camper. Dalam kesempatan itu, camper dibagi dalam delapan grup. Setiap grup berisi 28 camper.

Latihan dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi awal, camper mendapat porsi latihan rebound, shooting, defense, dan slide-runslide. Pada sesi ke dua, materi yang diberikan beda lagi. Yakni, crazy handling, one-on-one, defensive footwork, dan fitness.

Para camper tampak bersemangat melahap seluruh sesi. Beberapa juga terlihat ke payahan. Tak jarang, Andrew Vlahov sampai harus berteriak untuk membakar semangat camper. ’’Jangan menyerah, atau Anda out hari ini,’’ katanya.

Porsi latihan yang diberikan memang cukup membuat camper kewalahan. ’’Sangat berat, pelatihnya juga tegas. Tapi, itu bagus karena kemampuan maksimal bisa keluar,’’ ujar Linus Bungaran Nainggolan, camper asal SMAN 3 Bukittinggi.

Selain itu, 52 pelatih bekerja keras. Kemarin, mereka diminta melihat laga perebutan tempat ketiga dalam ajang Honda-Jawa Pos Pro Tournament di DBL Arena. Selanjutnya, mereka diminta menganalisis laga tersebut di hadapan para trainer. ’’Mereka masih muda. Banyak ilmu yang harus diajarkan. Misalnya, memberi program latihan yang tepat,’’ ucap Vlahov.

Setelah latihan usai, para trainer memilih 50 camper terbaik dari sektor putra dan putri. Namun, mereka enggan berpuas diri. Hari ini, mereka harus berusaha lebih keras jika ingin lolos ke 24 besar.

’’Awalnya, nggak nyangka lolos 50 besar. Untuk besok, harus lebih siap. Lebih maksimal. Targetnya All-Star soalnya,’’ ungkap Muhammad Sabri, camper asal SMA Islam Raudhatul Jannah Padang. Remaja 16 tahun itu memang harus bekerja keras. Sebab, tak mudah menembus 24 besar.

Vlahov menambahkan, syarat untuk lolos ke 24 camper terbaik tidaklah mudah. ’’Mereka (camper) yang membuat keputusan, apakah mau lolos atau tidak. Intinya, harus mau capek. Kerja keras. Dengarkan setiap instruksi trainer. Kalau tidak, go away,’’ tuturnya. (gus/c18/nur)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments