Find anything on DBL Indonesia

Heboh Aturan Baru DBL untuk Pemain Beasiswa

dblindonesia.com - 11 April 2018

SURABAYA - Kemarin adalah hari yang paling mendebarkan sekaligus paling ditunggu bagi para peserta Honda DBL East Java Series 2018-North Region Babak Penyisihan Awal. Gimana nggak, sebab mereka harus melakukan drawing dalam acara Techincal Meeting yang diadakan Selasa (10/4). Drawing itu akan menentukan nasib mereka selama babak penyisihan awal bergulir.

Ketegangan para peserta Honda DBL East Java Series 2018- North Region Babak Penyisihan Awal udah bisa dirasakan ketika mereka memasuki Pena Room, Graha Pena Surabaya Lantai 2, ruangan yang dijadikan lokasi berlangsungnya Technical Meeting.

Walaupun babak penyisihan baru akan dimulai pada 24 April mendatang, namun mereka terlihat sangat antusias. Sebanyak 32 tim basket putra dan 32 tim basket putri dari 51 sekolah akan bertanding untuk memperebutkan tiket menuju babak utama Honda DBL East Java Series 2018- North Region.

Ada beberapa peraturan baru yang harus diperhatikan oleh para peserta tahun ini. Salah satunya adalah minute play. Tahun ini setiap pemain diharuskan bermain selama minimal enam menit sepanjang pertandingan. “Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini setiap pemain harus bermain selama enam menit, terhitung dari quarter 1-3 secara akumulatif,” kata Fattaah Bagoes, Basketball Operation PT DBL Indonesia.

Nggak cuma itu, lama time out juga menjadi poin yang berubah di tahun ini. “Karena tahun ini kita mengikuti peraturan terbaru dari FIBA, yaitu FIBA 2017, maka peraturan time out juga mengikuti peraturan FIBA 2017. Jatah time out adalah 2x di quarter pertama dan kedua, sedangkan untuk quarter ketiga dan keempat sebanyak 3x,” lanjut Fattaah.

Selain kedua hal itu, sosialisasi tentang tema yang dibawa tahun ini pun mendapat porsi besar dalam acara Technical Meeting. Sebab, PT DBL Indonesia, selaku pengelola liga Honda DBL, mengampanyekan sesuatu yang selama ini menjadi foundation liga tersebut, yaitu Student-Athlete.

Dengan mengusung kampanye “Full Time Student and Full Spirit Athlete”, tahun ini DBL ingin menekankan bahwa semua pelajar dapat mengikuti kompetisi Honda DBL. Sebagaimana diketahui, pada beberapa musim penyelenggaraan sebelumnya, ada larangan bagi peserta penerima beasiswa untuk mengikuti Honda DBL. Nah, tahun ini aturan tersebut dihilangkan.

“Kami ingin menghilangkan stigma kalau DBL menghalangi pelajar berprestasi untuk ikut berkompetisi. Untuk itu kami menghilangkan poin larangan ikut bagi siswa penerima beasiswa. Sebagai gantinya, setiap peserta penerima beasiswa harus mengikuti tes seleksi yang diadakan khusus oleh PT DBL Indonesia untuk membuktikan bahwa ia memang menerima beasiswa karena kepandaiannya, bukan karena ia seorang atlet profesional,” jelas Fattaah menambahkan.

Yes! Tahun ini DBL mengingatkan kembali peranan penting seorang pelajar. Biar bagaimanapun, urusan akademis seorang pelajar nggak boleh sampai terganggu oleh hal apapun, termasuk basket. Kecerdasan yang mereka pupuk di sekolah akan sangat membantu perkembangan permainan di lapangan, begitu pula sebaliknya. spirit di lapangan akan membantu semangat mereka di kelas.

Kampanye Student Athlete ini pun disambut baik oleh para peserta. “Menurutku, Student Athlete adalah konsep yang sangat bagus. Karena, status siswa diprioritaskan daripada basket. Itu juga bisa meningkatkan kemampuan akademis siswa, karena kalau mau bertanding di DBL mereka harus belajar, hehehe,” ucap Dwi Ahmad Fauzi, perwakilan dari tim basket putri SMAN 1 Pacet.

Tes seleksi bagi para penerima beasiswa akan dilakukan pada hari Kamis (12/4) di Primagama Tidar Surabaya pukul 10 pagi dan akan diikuti oleh 33 peserta. Tes ini meliputi mata pelajaran matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Sedangkan babak penyisihan awal Honda DBL East Java Series 2018-North Region akan dilaksanakan pada 24 April-6 Mei 2018 di DBL Arena Surabaya. Untuk hasil drawing, yuk buruan cek di bawah! (irm/ash)

 

 

 

 

 

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments