Find anything on DBL Indonesia

HIGH CLASS CLASH

dblindonesia.com - 8 August 2018

SAMARINDA - SLOT Fantastic Four alias semifinal tim basket putri Honda Developmental Basketball League (DBL) East Kalimantan Series 2018, lengkap sudah. Uniknya, yang berlaga di Fantastic Four adalah tim berpengalaman di panggung tersebut.

Pertama, SMA 3 Balikpapan, finalis Honda DBL East Kalimantan Series 2017. Mereka menempatkan pion di empat besar lewat kemenangan atas SMA Santo Fransiskus Assisi Samarinda pada laga Senin (6/8). Menyusul tiga lainnya lewat partai sengit yang berlangsung Selasa (7/8).

Tim kedua yang melangkahkan kaki ke empat besar adalah SMK 2 Balikpapan, finalis Honda DBL East Kalimantan Series 2015. Tiket dalam genggaman wakil Kota Beriman setelah mengandaskan perlawanan SMA 2 Samarinda dengan skor 33-10.

Pelatih SMK 2 Balikpapan Muhammad Hendra menilai, anak asuhnya telah tampil apik pada laga tersebut. Hanya soal komunikasi yang kurang tenang masih harus diperbaiki. Tetapi, dia mengklaim wajar. Sebab, kemarin menjadi laga perdana bagi skuat binaannya di Honda DBL 2018.

“Di pertandingan tadi, saya sempat marah, karena kualitas wasit. Mungkin faktor kurang paham dengan regulasi yang telah disepakati bersama,” sesalnya. Selanjutnya mereka akan bersua SMA 1 Balikpapan. Menghadapi kampiun DBL 2017, Hendra mengaku tak gentar. Dia akan segera merancang strategi matang jelang laga.

“Ya, kami akan latihan lagi, membenahi komunikasi dan sinyal kode tangan yang hanya dipahami tim,” bebernya. Dia berharap, tim yang diarsitekinya tersebut pada laga selanjutnya bermain lebih tenang. Dalam melihat peluang dan pergerakan lawannya nanti.

Pada partai lain, SMA 3 Samarinda, kampiun Honda DBL East Kalimantan Series 2016, menggulung SMA 4 Balikpapan dengan skor 34-4. “Saya menilai, kemampuan anak-anak tidak keluar maksimal. Karena persiapan lawannya terlihat sangat minim. Mungkin di Fantastic Four akan ketemu lawan yang berat,” tutur Sandy Indra Cahya, pelatih Smaga Samarinda.

Ya, pada empat besar, mereka dipastikan akan melakoni partai berat, yakni SMA 3 Balikpapan. Meski begitu, Sandy tak tampak khawatir. Malah antusias. “Ketemu Smaga Balikpapan pasti jadi laga seru,” tegas dia.

Menghadapi partai sengit itu, evaluasi tim akan dia jalani. Terkhusus pada mental tim. Menurutnya, di semifinal mereka harus lebih fokus dan tetap menjaga semangat. Sebab, akan bertemu tim-tim berkelas yang memang sulit dijinakkan.

Tiket terakhir Fantastic Four diraih SMA 1 Balikpapan. Mereka mengalahkan SMA 1 Samarinda dengan skor 31-11. Walau sempat bermain imbang pada kuarter awal, juara Honda DBL East Kalimantan Series 2017 itu mampu bangkit dengan mantap pada kuarter keempat. Mereka membenam lawannya dengan selisih poin 18-3 pada perempat menit penutup.

“Anak-anak lambat panas dan kurang fokus. Mungkin terlalu banyak istirahat, sehingga lemas. Arahan yang saya berikan enggak ada yang masuk. Selain itu, pelanggaran yang enggak penting sering dilakukan. Tapi syukur di kuarter akhir bisa bangkit,” ucap pelatih Smanza Balikpapan Desy Kamilasari.

Selanjutnya, mereka akan bersua SMK 2 Balikpapan. Saat pertandingan nanti, Desy mengatakan akan mengevaluasi soal fokus timnya. Harus selalu sedia saat laga. “Karena memang kalau soal permainan mereka rata-rata sudah paham semua. Menghadapi SMK 2 Balikpapan, kami belum pernah bertemu. Jadi, buta kekuatan lawan. Intinya usaha maksimal saja,” pungkasnya. (*/asp/ndy/k16)*

*Berita oleh Kaltim Post

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments