Find anything on DBL Indonesia

Ikuti Jejak Kakak ke Timnas, Kosasih Bersaudara Keep in Touch Lewat Game

dblindonesia.com - 27 March 2018 DUO JANGKUNG: Meski tengah berada di negara yang berbeda, Vincent (kiri) dan William tetap saling memberi dukungan satu sama lain.

Pada gelaran SEA Games 2017 lalu, nama Vincent Rivaldi Kosasih sering disebut di berbagai media. Saat itu, Vincent menjadi pemain termuda sekaligus rookie yang mengantarkan timnas Indonesia meraih medali perak.

Di balik sepak terjang laki-laki berusia 22 tahun ini, ada cerita menarik yang melatarbelakanginya. Salah satunya adalah dukungan dari sang adik, William Rivaldi Kosasih. Mirip dengan sang kakak, William juga tengah asyik-asyiknya menggeluti dunia basket. Bahkan, tahun lalu, tahun yang sama dengan perjuangan Vincent di SEA Games ke-29, William berhasil bergabung dengan skuad Honda DBL All-Star.

Vincent dan William emang terlahir dari keluarga pecinta basket. Sang Ayah, Lie Tjui Tek, dan Mama, Tjinggawati Ha Lim sama-sama pernah menjadi atlet basket. Nggak heran kalau kosasih bersaudara ini tertarik terjun ke dunia yang sama.

‘’Aku awalnya tertarik buat serius sama basket itu gara-gara koko, bukan Papa,’’ ujar William merujuk ke sang kakak, Vincent.

Ya, saat itu, William baru saja duduk di kelas 4 SD ketika Vincent mengantarkan SMP Cita Hati Surabaya menjadi champion di ajang Honda DBL Junior 2010.

‘’Kebetulan waktu itu di sekolah udah banyak liga basket. Ditambah, Koko baru aja menang di DBL Junior. Aku jadi terinspirasi biar bisa menang kayak Koko nantinya,’’ jelas William.

Bagi William, Vincent bukan cuma jadi salah satu faktor yang bikin dia makin fokus dengan olahraga satu itu. Menurutnya, sang Koko yang punya tinggi 205 cm itu juga bak penasehat pribadi dalam karir basketnya.

‘’Koko tuh setiap kali abis nonton aku tanding pasti kasih masukan. Dia sering bilang, ‘harusnya kamu hajar sendiri,’ atau ‘kalau minta bola, agak dalam aja,’ gitu,’’ ujar William menirukan gaya bicara kakaknya tersebut.

Persaudaraan dua Kosasih ini emang layaknya adik-kakak pada umumnya. Di luar dunia basket, mereka juga saling sharing banyak hal. Mulai dari sekolah hingga kehidupan pribadi. Bahkan, keduanya nggak segan untuk bertukar sepatu hingga baju satu sama lain.

Kekompakan keduanya pun tetap berlanjut ketika Vincent harus melanjutkan kuliahnya ke Tiongkok. William bersama adik bungsu dan kedua orangtuanya tak punya pilihan lain selain LDR-an dengan Vincent.

Menghadapi jarak ribuan kilometer tersebut, Vincent mengaku berusaha keep in touch dengan adiknya tersebut.

‘’Aku sama William biasanya komunikasi lewat game sih. Kami emang lumayan sering main game online. Mulai dari Dota 2, Counter Strike sampai PUBG,’’ tutur Vincent.

Menurut penggemar berat Vince Carter ini, bermain game online adalah cara yang paling efektif buat saling kontak dengan adiknya. Terlebih karena mereka berdua sama-sama game addict. Nggak jarang, keduanya memanfaatkan fitur chat di aplikasi game untuk saling berkomunikasi.

‘’Lebih sering komunikasi di game daripada langsung chat atau telepon sih,’’ jelas laki-laki yang tengah mengambil pendidikan bisnis di Zhejiang University of Science and Technology tersebut.

Meski terpaut usia empat tahun, dua Kosasih bersaudara ini emang punya bonding yang kuat. Dengan jarak yang memisahkan, William maupun Vincent tetap saling memberi dukungan untuk satu sama lain.

‘’Koko tuh orangnya dewasa dan care banget sama adiknya. Setiap mau pulang ke Indonesia selalu nanyain pengin oleh-oleh apa,’’ ujar William.

Sementara itu, Vincent juga punya pendapatnya sendiri soal adiknya tersebut. Menurutnya, adiknya yang berusia 18 tahun tersebut punya sifat yang easy-going dan suka bercanda.

‘’Dia anaknya pinter banget, lebih pinter dari aku malah. Tapi, aku dulu suka kesel kalau William udah bertengkar dengan adikku yang terakhir, Edward,’’ kenang Vincent.

Ya, saat ini, keduanya emang disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Vincent di negara Tirai Bambu tengah bergelut dengan persiapan skripsinya. Sementara itu, William pun sedang mempersiapkan diri untuk bergabung dengan Timnas mengikuti jejak kakaknya.

‘’Koko bilang, kalau mau masuk Timnas, harus gedein badan lagi,’’ tutup William.

Well, good luck for your things, guys!

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments