Find anything on DBL Indonesia

Ini Dia Aksi Baca Buku Anak Muda, Giliranmu Kapan?

dblindonesia.com - 13 May 2017

INDONESIA menduduki peringkat ke-60 dibidang minat baca dari 61 negara. Yap, itu tandanya minat baca di negara kita tercinta ini sangat rendah. Untuk itulah anak-anak muda berlomba-lomba membuat gerakan literasi untuk mengurangi angka buta huruf di masyarakat. Of course, hal kecil semacam ini bikin kalian terinspirasi untuk ikut baca buku. Read for more!

Ngelapak Pustaka Berjalan, Garut Tumbuhkan Budaya Literasi

Di Garut, segelintir mahasiswa punya gerakan merangsang minat baca masyarakat dengan menggelar lapak pustaka. Tujuannya, untuk mengurangi angka kebodohan dan buta huruf. Mereka tergabung dalam aksi Puber, yaitu Pustaka Berjalan yang diadakan tiap Minggu di area CFD alun-alun kota Garut.

Ngelapak

Selain itu, Puber juga berharap meningkatkan minat baca di kalangan anak muda. Dengan modal buku-buku sumbangan dan koleksi pribadi, jumlah pengunjung makin meningkat tiap minggunya. Biasanya, anak-anak sengaja mampir untuk membaca komik, sedangkan remaja lainnya lebih tertarik dengan novel dan buku-buku sejarah. 

 

Perahu Pustaka Patinggalong, Bawa Ribuan Eksemplar ke Pulau Terpencil

Rendahnya minat baca masyarakat, memang masih banyak ditemui di desa-desa pinggiran. Di Sulawesi Barat, misalnya. Seorang wartawan lokal bernama Muhammad Ridwan, memutuskan untuk membuat perpustakaan berjalan di atas perahu tradisional. Ribuan buku miliknya, mulai dari komik, majalah, novel, sengaja didedikasikan untuk anak-anak di pulau-pulau terpencil.

Perahu Perpustakaan

Dia juga membuka perpustakaan tetap di Pambusuang, kampung halamannya. Para pelajar dan mahasiswa di sekitar kampungnya yang menjadi pengunjung tiap harinya.

 

Gerakan Sekundang Membaca

Kumpulan anak muda di Bengkulu Selatan, meluncurkan program gerakan sekundang membaca. Mereka terinspirasi oleh pustaka bergerak yang dibentuk Nirwan Asuka. Di Sekundang Membaca inilah, remaja Bengkulu menularkan hobi membaca pada anak-anak hingga orang tua.

Gerakan Sekundang Membaca

Tiap Sabtu, komunitas ini membuka pustaka berjalan di alun-alun kota, sedangkan hari Minggu mereka move ke desa-desa untuk menjemput pembaca. Meski koleksi bukunya masih minim, mereka nggak kenal lelah untuk terus memotivasi anak-anak agar gemar membaca. (fri)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments