Find anything on DBL Indonesia

Jadi "Penyelamat" SMANSA Merauke

dblindonesia.com - 8 October 2018 Pemain 3x3 putra Smansa Merauke dan 3x3 putri Smanda Jayapura ketika menjadi juara Mainbasket 3x3 Indonesia Competition di Honda DBL Papua Series 2018 di GOR Waringin, Sabtu (6/10) malam.

JAYAPURA - Tim sekolah dari Kabupaten Merauke tak satu pun yang berhasil menjuarai Honda DBL Papua Series 2018. Tak tanggung-tanggung, tahun ini Merauke mengirimkan 3 sekolahnya, SMAN 1 Merauke, SMAN 2 Merauke dan SMA Jhon 23 Merauke. Keperkasaan sekolah Merauke yang selalu menjadi terbukti, ketika tiga sekolah tersebut lolos ke semifinal, namun mereka tak berhasil meraih gelar juara. Tetapi SMAN 1 Merauke masih bisa meraih titel juara melalui Mainbasket 3x3 putra, dimana mereka berhasil menjadi juara setelah pada partai final mengalahkan tim 3x3 SMAN 2 Jayapura A dengan skor 7-5. 

Kapten 3x3 Smansa Merauke Damianus Konmop mengatakan bahwa setidaknya Smansa Merauke berhasil meraih juara meskipun itu melalui Mainbasket 3x3 putra. "Meskipun kami gagal di DBL putra dan putri, tetapi setidaknya kami mampu keluar sebagai juara pada pertandingan Mainbasket 3x3 putra," kata Damianus kepada crew Honda DBL usai pertandingan di GOR Waringin, Kotaraja, Sabtu (6/10) sore. "Kami belajar pada DBL musim lalu, dimana kami hanya sampai pada babak semifinal kalah dari SMA Advent Doyo. Maka dari itu kami berusaha semaksimal mungkin dari awal hingga final," jelas Damianus. 

Sementara itu, kapten 3x3 putra SMAN 2 Jayapura, Matayo Andreas mengakui jika lawannya itu lebih siap dalam partai final itu. "Kami melihat tim lawan lebih unggul, mereka kelihatan sangat siap. Tetapi ini akan menjadi pelajaran buat teman-teman untuk bisa tampil lebih baik lagi tahun depan," kata Matayo. 

Tetapi prestasi berhasil diraih oleh tim 3x3 putri SMAN 2 Jayapura B. Dimana pada partai final berhasil  mengalahkan sesama tim 3x3 SMAN 2 Jayapura. Yakni SMAN 2 Jayapura A dengan skor 9-7 yang mengantarkan mereka meraih gelar juara 3x3 putri. Kapten 3x3 SMAN 2 Jayapura B, Aprilia Tanati mengatakan jika mereka dari awal tidak pernah bermimpi bisa sampai pada babak final. Apalagi harus berhadapan sesama tim 3x3 SMAN 2 Jayapura. "Awalnya sih kurang percaya jika tim saya bisa sampai ke final dan dapat keluar sebagai juaa, akan tetapi itu semua karena kerjasama tim," kata Aprilia Tanati.(eri/wen)*

*Berita oleh Cenderawasih Pos

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments