Find anything on DBL Indonesia

Jaga Nilai Akademis Demi Bertahan di Tim Inti

dblindonesia.com - 12 July 2017 LATIH FISIK: Kuda-kuda menjadi latihan tim basket putra SMA St Hendrikus Surabaya untuk memperkuat otot kaki.

NGGAK hanya bermodal fisik dan skill, tim basket putra SMA St Hendrikus Surabaya ini membuktikan bahwa mereka menjunjung konsep student athlete. Berhasil masuk babak utama Honda DBL East Java Series 2017–North Region justru membuat tim ini semakin tertantang. Sebab, sekolah tidak segan meng eluarkan pemain dari tim jika nilai akademisnya buruk. Bagaimana cerita pemain Hendrikus berjuang menyeimbangkan prestasinya?

Meski sempat menderita cedera ligamen hingga robek saat laga Honda DBL East Java Series–North Region musim lalu, Hendy Harijanto, kapten Hendrikus, tetap bersemangat kembali bermain basket. Dipercaya menjadi leader tim, dia memiliki tanggung jawab yang lebih dari pemain lainnya. Sebab, cowok yang memegang posisi center itu juga harus berprestasi di bidang akademis.

’’Sekolahku memang sangat ketat soal nilai akademis. Memang berat menjalaninya, tapi aku nggak mau meninggalkan hobi yang sangat aku cintai ini. Untungnya, aku punya trik untuk rajin merangkum setiap bab yang diajarkan setiap mendekati ujian. Jadi, bisa aku pelajari kalau lagi nggak ada latihan basket,’’ curhat Hendy.

Lain halnya dengan Marcellinus Evan Nathan Darmawan, shooting guard Hendrikus. Dia lebih memilih memanfaatkan waktu pulang sekolah untuk belajar dan me-review ulang materi yang diajarkan di sekolah. Bahkan, kalau merasa belum paham, Evan tidak segan bertanya kepada teman lainnya sepulang sekolah agar hal tersebut tidak menjadi beban pikiran.

’’Nilai dan attitude tetap menjadi fokus utama yang harus dijaga biar aku tetap bisa menunjukkan kesungguhanku di tim basket. Bagiku, basket bukan hanya hobi biasa. Apalagi, kami sudah melangkah sejauh ini dan berhasil mencapai babak utama. Jadi, nggak mau aku sia-siain,’’ ujarnya.

Merasa waktunya sangat padat kegiatan, Hans Kurnia Goenawan, center Hendrikus, justru memilih memanfaatkan momen menerima pelajaran di kelas dengan baik. Bahkan, demi mempertahankan prestasinya di sekolah, Hans mengikuti serangkaian les di luar sekolah agar lebih memahami materi pelajaran loh.

’’Aku mengakalinya dengan menjaga konsen waktu guru menerangkan. Kalau ada keperluan basket yang harus memotong jam pelajaran, aku memilih untuk fokus dulu menerima pelajaran. Latihan untuk basket aku maksimalkan setelah jam pelajaran di kelas selesai,’’ tegasnya. (erc/c14/dhs)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments