Find anything on DBL Indonesia

Kanisius Trengginas

dblindonesia.com - 23 September 2018 LAYUP: Pemain SMA Kolese Kanisius, Nicholas Alexander (kiri) menjadi mesin poin timnya ketika mengandaskan SMAN 110 Jakarta kemarin. Dika Kawengian/DBL Indonesia

DKI JAKARTA-Awal menyakinkan ditunjukkan tim putra SMA Kolese Kanisius. Melakoni laga perdana Honda DBL DKI Jakarta Series 2018 – North Region di GOR Cempaka Putih, Sabtu (22/9), tim polesan Turindro Baru Cahyono ini tampil trengginas.  Tim yang bermarkas di daerah Menteng Raya itu sukses mengalahkan tim debutan SMAN 110 Jakarta dengan skor akhir 65-9.

Nicholas Alexander menjadi bintang bagi Kanisius. Shooting guard dengan jersey nomor 11 ini mendulang perolehan angka terbanyak diantara rekan-rekannya dengan menceploskan 19 poin.

Didukung sekitar 500 pendukung setianya yang kompak mengenakan dress code hitam-hitam, Kanisius bermain sangat lepas. Teriakan dan dukungan Alaska (sebutan suporter Kanisius) membuat semangat para pemain jadi berlipat-lipat.

Mesin poin Kanisius langsung tancap gas sejak tip off dimulai. Ditambah defense yang solid, Kanisius menutup kuarter pertama dengan keunggulan 21-0.

Spuls (julukan SMAN 110) tak mau patah arang dan mencoba keluar dari terkaman para pemain Kanisius. Setelah scoreless pada dua kuarter awal, Spuls mampu menorehkan poin perdananya melalui under ring dari sang kapten Fazjri Abdillah pada awal kuarter ketiga. Spuls pun sempat memberi perlawanan yang merepotkan bagi Kanisius.

Namun, karena selisih poin yang terlalu jauh, ditambah dominasi permainan Kanisius yang terjaga sepanjang laga, sulit bagi Spuls untuk bisa mengejar.

 ”Pemain kami demam panggung, terlihat sekali kalau mereka tegang dari sisi mental. Anak-anak terlihat kurang percaya diri. Terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri,” ucap Andi Pratama, pelatih Spuls.

Sementara itu, walau unggul telak dan memastikan langkah ke babak selanjutnya, pelatih Kanisius Turindro Baru Cahyono memiliki beberapa evaluasi bagi tim asuhannya. “Kami masih perlu bermain dengan lebih efektif lagi. Anak-anak masih banyak melakukan turnover. Saat menyerang pun kami kurang optimal memanfaatkan kesempatan,” pungkasnya. (*)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments