Find anything on DBL Indonesia

Kemampuan Pemain Stece-Stero Merata

dblindonesia.com - 19 October 2018 SIAP TEMPUR: Stero akan menghadapi Stece pada final Honda DBL DI. Jogjakarta Series 2018 Sabtu pekan ini (20/10).

JOGJA - Dua tim putri yang lolos ke final party Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018 sama-sama berada di bawah Yayasan Tarakanita, yakni SMA Stella Duce 1 (Stece) dan SMA Stella Duce 2 (Stero). Derby ini bukan yang kali pertama terjadi di laga puncak. Pada final party Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2009 kedua sekolah tersebut pernah bertemu. Kala itu, 27 Maret 2009, Stero harus merelakan gelar champion direbut Stece dengan skor akhir 59-20. Kali ini, setidaknya jalan terjal harus dilalui Stero.

Hal itu dimulai sejak fase grup. Yaitu saat penentuan siapa yang akan lolos ke babak big eight. Game kedua, mereka bertemu tim putri SMAN 4 Jogjakarta (Patbhe) yang dinilai lebih difavoritkan. Benar saja, duel ketat terjadi. Sempat tertinggal di paro pertama, namun bisa bangkit dan menang tipis 19-18. Bertemu SMA Bopkri 1 (Bosa) di big eight, Kapnum Serip Kalakmabin dapat melewati hadangan tanpa kesulitan. Ujian mental kedua anak-anak Stero justru saat bertemu SMAN 2 Jogjakarta (Smada) yang memiliki pemain andalan, Audrey Gunajaya. Tapi dengan kekompakan dan permainan spartan, Smada mereka lumat 59-41. Audrey seorang tak cukup menghentikan langkah Stero ke final party.

Perjalanan Stece ke final party juga panjang. Miracle Astrid Widjanarko dkk pada fase grup mengalahkan SMA Pangudi Luhur 30-2 dan MAN 1 Jogjakarta 49-4. Pada babak big eight, Stece mengalahkan SMAN 8 Jogjakarta 40-7. Pada babak fantastic four, Stece mengalahkan SMAN 3 Jogjakarta 55-26. Stero dan Stece memiliki kesamaan dalam kedalaman skuad. Mereka punya line-up dan second line yang hampir merata. Selain itu, pemain yang diturunkan memahami skema main dan teamwork yang diharapkan pelatih. Namun lain halnya dengan dua tim yang tersingkir di fantastic four. Keduanya seperti sangat ketergantungan dengan pemain bintangnya. Meskipun Audrey mencetak 33 poin namun pemain Smada lainya tidak mampu mengimbagi. Pun dengan Ainayya Nur Az-Zahra di Padmanaba. Dari pola main, Stece dan Stero hampir mirip. Mengandalkan akurasi passing, defense kuat dan sekali fast break dari tengah maupun flank. Sedikit bedanya, Stece mungkin lebih terorganisir sementara Stero memiliki semangat juang pantang menyerah. Siapa yang akan menjadi champion? (riz/iwa/fj)

*Berita oleh Radar Jogja

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments