Find anything on DBL Indonesia

Ketat Sejak Menit Pertama

dblindonesia.com - 30 September 2018 PUAS: Ekspresi tim SMAN 5 Karawang usai lolos ke babak Big Four Honda DBL West Java Series 2018 di GOR Pajajaran, Kota Bogor, kemarin (29/9).

BOGOR–SMILING (julukan SMAN 5 Karawang) menjadi pemenang dan lolos ke Big Four Honda DBL West Java Series 2018 setelah mengalahkan SMAN 1 Cianjur dengan tensi pertandingan sangat ketat sejak awal permainan.

Sejak kuarter pertama, kedua tim saling menyerang dan kejar-kejaran poin baik SMILING maupun SMANSA menampilkan permainan yang sengit sampai skor 21-26 untuk keunggulan SMAN 1 Cianjur. Namun, kuarter kedua SMILING mengejar ketertinggalan dan membalikan skor kedudukan jadi 37-29.

Tak hanya itu, di kuarter ketiga pertandingan masih sengit dan ketat dari dua tim tersebut sampai foul begitu banyak akibat tensi panas, meskipun SMAN 1 Cianjur memimpin sementara 45-46.

Puncaknya di kuarter terakhir, anak asuh Arif Amrullah terpancing emosinya sampai dua pemain andalannya harus foul out. Kondisi tersebut langsung dimanfaatkan kubu lawan dengan mengejar ketertinggalan dan membalikan keadaan sekaligus memenangkan 61-58 dan berhak lolos ke Big Four Honda DBL West Java Series 2018 untuk SMAN 5 Karawang.

“Game ketat sampai kuarter terkahir margin skor kejaran, namun fouling anakanak jorok dan sistem ofense kita susah, karena dua pemain andalan terkena foul out,” kata Pelatih SMAN 1 Cianjur Arif Amrullah, kemarin (29/9). 

Arif juga mengaku, ada beberapa miss di free throw yang tidak bisa dimaksimalkan. Bahkan sampai ada 8 yang bisa dijadikan poin buat mengejar. Namun, lawan terlalu cepat dan bagus sehingga mampu dibalikan kedudukannya.

“Ketertinggalan poin tidak terlalu jauh, hanya pemain sudah banyak melakukan foul tentunya mengganggu konsetrasi permainan, dan yang terjadi peluang tidak bisa jadi poin,” ujarnya.

Terpisah, Pelatih SMAN 5 Karawang Muchamad Mumu Septiana menuturkan, lawan tidak bisa dinggap enteng dan mempunyai materi pemain bagus juga. Sehingga pihaknya sangat hati-hati dan sempat membaca pergerakan terlebih dahulu.

“Pertama, defense kedodoran, tapi kita sudah siap meskipun lawan cukup cepat. Namun, poin lebih kita lebih fighting, hanya shoot saja yang harus diperbaiki,” ujarnya.(nal/c) *

*Berita oleh Radar Bogor

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments