Find anything on DBL Indonesia

Konsep Kimono Sihir Penonton

dblindonesia.com - 18 November 2018 MAKSIMAL: The Smakerz Revolution Dance tampil perdana pada UBS Gold Dance Competition di Sport Hall GOR 17 Desember Mataram, kemarin (17/11).

MATARAM - THE Smakerz Revolution Dance mengusung konsep berbeda di UBS Gold Dance Competition 2018. Mereka menunjukkan skill dan kekompakan mereka ngedance dengan konsep Kimono.

Kimono merupakan pakaian adat tradisional Jepang. Konsep itu menjadi andalan bagi tim dance Smakerz menyihir penonton Honda DBL West Nusa Tenggara Series 2018.

Kapten The Smakerz Revolution Putu Viola Kanno mengatakan, mereka mengusung konsep itu agar bisa tampil variatif. Sebab, selama ini belum ada yang mengusung konsep Kimono. “Kita ingin tampil beda dari tim lain,” kata Viola.

Kimono itu memberikan kesan lebih feminim. Orang Jepang menggunakan itu terlihat lebih cantik. “Di situlah letak kelebihannya. Kita terlihat lebih feminim di atas arena saat nge-dance,” ucapnya.

Konsep tersebut juga didukung properti lainnya. Properti utama yang digunakan adalah topeng.

“Kita menggunakan topeng sebagai kejutan,” jelasnya.

Properti pendukung lainnya akan ditampilkan ketika timnya lolos ke semifinal. “Di tiap penampilan akan kita berikan konsep berbeda,” ucapnya.

Timnya berhasil melaju ke babak selanjutnya. Artinya, dia berkesempatan kembali tampil. Di tiap penampilannya, mereka bakal berusaha tampil maksimal. Supaya bisa memberikan suntikan semangat ke tim. “Mudahan tim basket sekolah dan dance kami bisa menang tahun ini,” harapnya.

Jika mereka berhasil meraih juara, kesempatan untuk bersaing di level nasional semakin terbuka. “Kalau menang di level nasional kita berkesempatan ke Hongkong,” pungkasnya. (arl/r10)*

*Berita oleh Lombok Post

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments