Find anything on DBL Indonesia

Lab Cowok Gagal Atasi Karangturi

dblindonesia.com - 16 April 2010

SEMARANG – Laga babak delapan besar antara tim cewek SMA Kristen Satya Wacana (Lab School) Salatiga melawan SMA Kesatrian 2 Semarang kemarin dikuasai penuh oleh Lab School. Meski didukung ratusan suporternya, SMA Kesatrian 2 Semarang tak berdaya menghadapi tekanan Lab School yang di motori Victoria Evangelista dan akhirnya kalah 3-33.

Sejak kuarter pertama anak-anak Kesatrian 2 benar-benar dibuat kalang kabut oleh serbuan Victoria Evangelista dkk atau yang akrab disapa Vicky dan hasilnya Lab School unggul 9-0.

Di kuarter kedua anak-anak Lab School masih mendominasi. Permainan cepat yang di terapkan Lab School membuat permainan Kesatrian 2 tidak bisa berkembang dan Lab School masih unggul 13-0. Di kuarter ketiga dan keempat, Lab School semakin menggila. Di kuarter tiga Kesatrian 2 mampu menghasilkan poin melalui jump shoot Ocke Fircamartha, namun akhirnya harus menyerah dengan skor jauh 3-33 sampai akhir kuarter keempat.

“Untuk pertandingan ini anak-anak bermain tanpa beban dan benar-benar menikmati pertandingan tersebut, itulah kunci kemenangan kami,” ujar Agus Gochi, pelatih tim putri Lab School Salatiga.

Sukses tim cewek Lab School gagal diikuti tim cowoknya. Meski melakukan perlawanan sekuat tenaga, SMA Kristen Satya Wacana akhirnya harus mengakui keungguloan SMA Karangturi Semarang. K u a r t e r p e r t a m a Karangturi unggul 16- 3.

Kuarter kedua anakanak Lab School mulai memberikan perlawanan meski Karangturi tetap memimpin dengan 12-22. Di kuarter ketiga anakanak Karangturi masih mendominasi permainan akhirnya mereka masih unggul 34-21. Serunya pertandingan baru terasa pada kuarter empat. Anakanak Lab School perlahan mulai membombardir pertahanan Karangturi, sebaliknya Karangturi tampak kesusahan membendung. N a m u n k e b a n g k i t a n anak-anak Lab terlambat, Karangturi berhasil mengakhiri pertandingan dengan skor 43-27 dan memastikan lolos ke bebak fantastic four.

Meskipun menang pelatih Karangturi, Rudi Kurniawan mengaku timnya sedang di bawah performa terbaik mereka. Banyak kesalahankesalahan yang seharusnya tidak perlu dilakukan oleh anak-anak asuhannya. ”Anak-anak bertanding di bawah form. Di semi final kami akan berusaha memperbaiki kualitas shooting anak-anak,” ujarnya. Dari kubu Lab School, pelatih Christian Dwi Jayanto mengakui anak-anak asuhannya kalah segala-galanya baik postur, teknik maupun stamina mereka, “Semoga di DBL mendatang kami akan tampil lebih baik,” tandasnya. (mg5/smu)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments