Find anything on DBL Indonesia

Lika-liku Coach Hebat Pertahankan Gelar Tim Terkuat

dblindonesia.com - 1 November 2017

LEBIH dari sepuluh tahun, Honda DBL menyimpan banyak cerita. Termasuk bagi para pelatih yang telah melahirkan pemain-pemain professional, maupun mengoleksi gelar champion bagi timnya. Salah satunya, IGN Rusta Wijaya, pelatih SMAN 1 Denpasar yang terkenal menjadi langganan champion Honda DBL Bali Series. Sebelumnya, ia pernah melatih SMA Santo Yoseph dan SMAN 5 Denpasar, Bali.

Sejak tahun 2013, Rusta, sapaan akrabnya, memutuskan pensiun dari basket professional dan memilih menjadi seorang pelatih. Motivasinya adalah, ia ingin mengembalikan kejayaan basket Bali. “Yang saya liat basket di bali mati suri cukup lama. Sekarang saya merasa mempunyai tanggung jawab untuk mengembalikan kejayaan tersebut, melatih sejak usia sejak dini dan tingkat sma,” ujar mantan pemain Pelita Jaya tersebut.

Perbasketan Bali memang tak sejaya di Indonesia. Tahun 2000, Bali berhasil memperoleh mendali perunggu di ajang PON. Itulah prestasi tertinggi yang diperolehnya selama ia bermain mewakili daerahnya. Ketekunannya menjadi pelatih ia buktikan lewat prestasi-prestasi yang diperoleh tim asuhannya.

Ia pernah membawa KU14 peringkat tiga tingkat nasional, 2014 lalu. Sisanya, Rusta sukses mempertahankan gelar Smansa Denpasar champion empat musim berturut-turut. Menjadi pemenang seakan sudah tradisi baginya. Belum cukup sampai disitu, coach 35 tahun tersebut sudah tiga kali masuk nominasi pelatih terbaik. Salah satunya sempat merasakan pelatih DBL Camp di Surabaya. Big applause! “Belum ada event yang mampu menyaingi DBL. Semoga lebih banyak Sekolah yang terlibat dalam kompetisi DBL,” ujar Rusta.

Selama menjadi pelatih, kurangnya lapangan basket jadi kendala utama. Tidak semua Sekolah punya lapangan basket. Apalagi basket di Bali sudah mulai ramai lagi. Bahkan satu lapangan bisa dipakai latihan untuk tiga Sekolah sekaligus. Meski begitu, kekurangan itu nggak menjadi alasan untuk tidak berprestasi. “Minimnya lapangan bukan jadi penghalang. Sekarang mereka bisa belajar banyak dari video untuk meningkatkan skill individu.”

Setali tiga uang dengan Andromeda Manuputty, coach SMA UPH College Tangerang. Motivasinya untuk menjadi pelatih tak lain untuk menumbuhkan pendidikan karakter, melalui olahraga basket. Melatih anak-anak yang memiliki karakter yang coachable jadi salah satu tantangannya. Saat mereka merasa sudah mengerti banyak materi, disitulah saatnya mereka berhenti belajar. Andromeda mulai memutar otak membuat latihan yang berbeda. “Skill manajemen waktu anak-anak akan ditantang,” kata coach yang pernah membawa putri UPH Eagles berhasil lolos ke Libama Nasional tersebut.(fri)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments