Find anything on DBL Indonesia

Main Disiplin, Melaju ke Big Eight

dblindonesia.com - 12 October 2018 MELAJU: Salsabila Dita Octania (8) dari SMAN 2 Ngaglik mendapat hadangan Mecca Mediena Honggoyudo (14) dari SMAN 1 Jogja.

JOGJAKARTA - Hari ketujuh Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018 semakin seru. Tim putri SMAN 2 Ngaglik (Padmawidya) memastikan diri melaju ke big eight mewakili Grup F. Raihan itu setelah Ryfa Nurrahma Rosandi dkk menang atas SMAN 1 Jogjakarta (Teladan), 13-8, semalam. Teladan sempat menahan Padmawidya 2-2 pada kuarter pertama. Namun scoreless di kuarter kedua. Kuarter ketiga dan keempat, Teladan bermain disiplin dan mendapat enam poin. Pelatih Teladan, Ante Wahyu Alvianingrum menyebut, game kedua timnya berjalan lebih baik karena pemain lebih siap. Namun dari 35 field goal attempts hanya berbuah empat poin.

Pelatih Padmawidya, Muh Irvan Salafi menilai anak asuhnya underperform dan hilang fokus di lapangan. Hal itu yang harus segera dibenahi jika tidak ingin terhenti di big eight. Sedangkan tim putri SMA Bopkri 1 Jogja (Bosa) melenggang ke big eight. Berbekal dua kemenangan dari SMA Santa Maria dan semalam atas SMAN 1 Bantul (Filial), Bosa menang atas Filial, 23-2. Pada kuarter terakhir, Bosa lebih mudah membobol jaring Filial. Total 17 poin didapat Esther Veliana dkk. Nama terakhir juga menyumbang poin terbanyak (7) diikuti Greisies Heriyanto (6) dan Angesti Larasati (6). Pelatih Bosa Yusuf Haryono mengakui pada awal laga permainan timnya masih kacau. Banyak terjadi miskomunikasi sehingga sempat scoreless di kuarter dua.

Coach Filial Reiner Bayu Kusuma menilai timnya kurang beruntung memanfaatkan momentum di kuarter awal. ‘’Setidaknya kami dapat banyak pengalaman dan 80 persen pemain kami punya kesempatan menjajal DBL,” ujar mantan asisten pelatih Bima Perkasa Jogjakarta itu. Pada laga pungkasan tadi malam, tim putri SMAN 2 Jogjakarta (Smada) mengalahkan SMAN 11 Jogjakarta, 28-16. Audrey Gunajaya menjadi motor kemenangan Smada dengan membukukan 15 poin, tujuh steal dan dua assist. Pelatih Smada Ongky Gunawan mengatakan, pemainnya kompak dan tampil maksimal. Terus menekan lawan agar terus membuat jarak agar tak terkejar. Coach SMAN 11 Jogjakarta, Grendua Lasapa mengatakan, timnya sudah berjuang maksimal.  Namun mentalitas bertanding masih kurang. (riz/iwa/fj)

*Berita oleh Radar Jogja

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments