Find anything on DBL Indonesia

Mata Dewa Kunjungi “Ibukota” Basket Indonesia

dblindonesia.com - 4 March 2018

Setelah mengunjungi Jakarta dan Jogjakarta, kali ini giliran Surabaya yang menjadi kota terakhir penyelenggaraan Gala Premiere film Mata Dewa (2018). 

As we know, Surabaya adalah kota di mana DBL bermula  yang sekaligus menjadi ibukota basket di Indonesia. Nggak heran kemeriahan gala premiere begitu terasa spesial. “Halo Suroboyo, yaopo kabare rek!,” ujar Brandon Salim yang disambut teriakan histeris fansnya.

Selain menjadi homebase dan juga ibukota Basket, seluruh pengambilan gambar dari film Mata Dewa (2018) juga berlokasi di Surabaya. Tak ayal, atmosfer dari basket Surabaya pun digambarkan secara total dalam film besutan sutradara Andi Bachtiar Yusuf ini. Tak hanya dari panasnya pertandingan dan unsur-unsur pendukung basket, para cast pun dituntut untuk bisa “medok” dalam tiap percapakannya.

Chelsea Agatha, pemeran karakter Bening, menceritakan kisahnya. Saat proses pengambilan gambar, Chelsea belajar dialek Suroboyoan bersama lawan mainnya yang berasal dari Surabaya, serta teman-temannya yang ada di Surabaya. Semua itu demi dirinya bisa fasih dalam berdialek Suroboyan yang medok. 

“Di awal take scene pertama, aku sampai mengulang hingga tiga kali karena kurang kental logat Jawanya,” ujar Chelsea.

Selain mempelajari masalah logat dan dialek, Chelsea juga mempelajari bagaimana menjadi seorang jurnalis sekolah, karakter yang dimainkan Chelsea di film ini, dengan bantuan beberapa alumni peserta DBL Journalist Competition 2017 di Surabaya. Ia juga melakukan research kecil-kecilan, mulai dari cara para jurnalis membuat vlog, metode wawancara hingga pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan ke narasumbernya.

Tak hanya Chelsea, Kenny Austin yang memerankan Dewa, kapten basket SMA Wijaya, juga harus bisa menjiwai dahsyatnya atmosfer pertandingan Honda DBL yang sangat berbeda dari pertandingan basket lainnya. Termasuk bagaimana attitude pemain dan officials untuk berlaga dalam liga tersebut. 

“Wah, semuanya serba mewah. Sayang banget dulu aku nggak sempet merasakan hal ini waktu di jaman SMA,” ujar Kenny sambil tertawa.

Ingelina Apriliawati, Chief of Marketing Communication Honda Surabaya Center yang juga hadir dalam gala premiere Mata Dewa (2018) sangat mengapresiasi film arahan Andi Bachtiar Yusuf. Menurutnya, film ini sangat bagus karena banyak pesan positif yang tersirat didalamnya. “Film ini memiliki the power of dream seperti tagline dari Honda. Sehingga dapat menginspirasi orang-orang yang memiliki mimpi dan ingin menggapainya,” ujar Inge.

Nah, buat kamu yang makin penasaran dengan film ini harap bersabar ya. Sebab, Mata Dewa (2018) baru akan dirilis pada tanggal 8 Maret 2018 mendatang. Jangan lupa buat ajak temen-temen dan Alumni DBL biar nontonnya makin seru! (afr)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments