Find anything on DBL Indonesia

Memantas Kualitas

dblindonesia.com - 6 August 2018

SAMARINDA - Laga beda level tersaji pada hari ketiga Honda Developmental Basketball League (DBL) East Kalimantan Series 2018, Minggu (5/8). Dari enam partai yang tersaji, lima di antaranya berakhir dengan selisih skor timpang. Partai dengan skor akhir tidak terpaut jauh hanya terjadi pada laga SMAK Santo Fransiskus Assisi kontra SMA 6 Balikpapan.

Selebihnya, tim pemenang menang dengan perbedaan poin mencolok. Pertama-tama tim putra SMA Budi Bhakti merebut tiket pertama ke Big 8 setelah mengungguli SMK 2 Samarinda dengan skor 49-5. Dominasi SMA Budi Bhakti sudah terlihat sejak kuarter pertama. Dan, konsisten hingga akhir.

Meski begitu, pelatih SMA Budi Bhakti Tidaryanto enggan timnya jemawa. “Ini baru awal. Pemain harus tetap waspada dan bisa bermain maksimal,” jelas dia. Evaluasi tetap akan ditempuh. Terutama pada sektor pertahanan.

Berikutnya, giliran tim putri SMA 3 Samarinda yang berpesta atas SMK 15 Samarinda. Kemenangan 39-3 menjadi bukti mereka kembali ke bursa perebutan titel kampiun. Meski begitu, pelatih SMA 3 Samarinda Sandy Indra Cahya tak segera puas. Menurut dia, pemainnya belum menunjukkan penampilan terbaik. “Para pemain harus lebih ngotot. Membuat setiap pertandingan seperti final,” jelas dia.

Tiket kedua Big 8 direngkuh tim putra SMA 8 Samarinda setelah menang dengan torehan menjanjikan dari SMA 14 Samarinda. Laga berakhir dengan skor 28-7. “Saya bangga dengan anak-anak. Target delapan besar sudah tercapai,” beber pelatih SMA 8 Samarinda Demz Johannis Eldik Lumintang.

Menanti kepastian calon lawan berikutnya, dia memaksimalkan waktu untuk memulihkan stamina para pemain. Sekaligus mengevaluasi penampilan. “Siapa pun lawannya nanti, kami hadapi dengan maksimal. Menang, bersyukur, kalah bukan masalah, yang penting anak-anak tetap main enjoy,” tutupnya.

Kemudian giliran tim putri SMA 2 Samarinda membungkam SMA 2 Sangatta dengan skor 22-6. “Kami bersyukur karena dikasih kesempatan menang. Tapi, dilihat dari persiapan SMA 2 Sangatta memang kurang optimal. Selanjutnya kami akan bertemu SMK 2 Balikpapan. Tentu lawannya jauh lebih berat,” papar pelatih SMA 2 Samarinda Bayu Raditya.

SMK 2 Balikpapan adalah lawan familier untuk mereka. Sebab, sebelum ini mereka pernah menjadi sparring partner. Dan, kala itu tim Bayu kalah. “Ya, kami pernah kalah dengan skor telak dari mereka. Antisipasinya sekarang cuma menjaga semangat tim. Walau di atas kertas kalah, kami enggak akan mau menyerah,” pungkasnya.

Pada partai terakhir, pesta poin diraih tim putra SMA 2 Sangatta atas SMK 4 Samarinda dengan skor 39-2. Delegasi Kutim unggul dengan pertahanan kukuh. SMK 4 Samarinda hanya mampu mengoleksi poin pada kuarter I dan IV, masing-masing hanya satu poin. Pelatih SMA 2 Sangatta Riswan Andi tak memungkiri laga kesan beda level begitu terasa.

Sebab, timnya sudah berlatih maksimal untuk menghadapi kompetisi ini. “Persiapan sudah maksimal. Jalan untuk jadi juara di seri ini, masih terbuka, jadi harus dimanfaatkan. Berikutnya individual dan kerja sama tim akan kami perbaiki,” imbuhnya. (*/asp/ndy/k8)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments