Find anything on DBL Indonesia

Memesona Sejak Aksi Pertama

dblindonesia.com - 29 July 2018 ADU KONSEP: TIm dance pendamping basket putri SMA 1 Balikpapan tampil mencolok dengan kostum yang mengadaptasi permainan pertarungan game console, Mortal Kombat. Pemilihan kostum masuk dalam kriteria penilaian UBS Gold Dance Competition.

Samarinda - Sepekan terakhir ingar-bingar roadshow Honda Developmental Basketball League (DBL) East Kalimantan Series 2018 terfokus kepada tim basket, kemarin giliran tim dance yang mendapat panggungnya. DI Duta Rasa BIGmall, Sabtu (28/7), 39 skuad dance pendamping tim basket kontestan Honda DBL 2018 unjuk kebolehan. Bukan sekadar ajang pemanasan jelang UBS Gold Dance Competition, roadshow itu sekaligus menentukan raihan poin mereka. Ya, kehadiran roadshow menentukan raihan poin hingga 50 persen. Hal ini diutarakan perwakilan PT DBL Indonesia, Ryan Mirza. "Kalau tidak tampil di roadshow nilainya hilang setengah," ungkap dia. Tahun ini, UBS Gold Dance COmpetition memutakhirkan format penilaiannya. Jika tahun lalu hanya tiga item yang jadi acuan penilaian, kali ini kriterianya bertambah menjadi lima, meliputi gerakan (30%), kekompakan (15%), kostum (15%) dan power (10%). "Sudah seharusnya tim dance mengutamakan teknik dan koreo yang bagus," tegasnya. Yang spesial lagi, lewat roadshow, panitia akan menentukan tiga tim penerima golden ticket untuk langsug masuk 10 besar. "Kami akan ambil tiga tim dance terbaik dari sini. Hasilnya, akan kami umumkan melalui koran saat opening nanti," bebernya.

Dengan demikian, tersisa tujuh tiket yang bakal diperebutkan 36 tim dance. Pastikan tim dance tampil maksimal sejak aksi pertama. Sebab, itu akan menentukan nasib mereka di persaingan perebutan tujuh tiket tersisa. "Kami akan nilai penampilan pertama mereka saat tim basket berkompetisi. Tujuannya agar peluang seluruh peserta merata. Jadi kalau tim mereka gugur, penilaian sudah masuk kepada kami," ucap pria yang sekaligus menjadi juri UBS Gold Dance Competition tersebut.

Setelah terpilih tim dance penghuni Big Ten, mereka akan kembali disaring menjadi lima. "Dari kelima tim itu akan diambil peringkat 1,2 dan 3," sambungnya. Selain mendapat reward berupa uang tunai, juaranya bakal berkesempatan berlibur ke Hong Kong dan Bali. Ryan menegaskan, untuk mendapatkan kesempatan tersebut, mereka harus bersaing dengan tim dance se-Indonesia. "Totalnya ada 30 kota se-Indonesia. Para juara nanti akan kembali dilombakan." imbuhnya. DIa menjelaskan, juri akan menilai penampilan mereka berdasarkan ideo yang terkumpul oleh tim DBL. Peserta yang mendapat penilaian tertinggi dari tim penilai, berhak mendapat tiket pelesiran ke Hong Kong. "Jadi nanti saat final, akan turun tim video dari DBL untuk merekam semua penampilan dance. Setelah juara didapat, ideo akan dikumpulkan dengan 30 juara di tiap daerah," terangnya. Sementara untuk yang berkesempatan ke Bali, akan dinilai melalui voting di laman resmi.(*/asp/ndy/k9)*

*Berita oleh Kaltim Post 

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments