Find anything on DBL Indonesia

Mengenal Aquatic Training, Latihan Sekaligus Relaksasinya Para Atlet

dblindonesia.com - 9 May 2018

SURABAYA- Mungkin kalian di sini belum familiar ya sama aquatic training? Memang sih salah satu jenis latihan ini masih belum booming di Indonesia. Tapi, latihan jenis ini sangat bermanfaat loh bagi tubuh kita. Terutama pagi para penggemar olahraga basket. Simak nih penjelasan singkat dari aquatic training.

Aquatic Training merupakan jenis latihan yang menggunakan kolam renang atau tangki perendaman yang diisi dengan air. Latihan semacam ini dapat digunakan untuk meningkatkan keseimbangan dan gaya berjalan, meningkatkan ketahanan fisik, mobilisasi sendi, dan memperkuat atau meregangkan otot.

Kenapa bisa begitu? Karena latihan ini memanfaatkan daya pengapungan oleh air. Badan yang mengapung di air akan “kehilangan” 90 persen beban tubuh. Makanya tulang dan otot bisa lebih relaks, gaya getaran dan torsional tubuh jauh berkurang, dan tarikan pada persendian juga lebih kendur.

Latihan ini cocok banget untuk atlet basket. Soalnya olahraga basket itu termasuk olahraga yang menggunakan seluruh anggota tubuh secara aktif alias full-body exercise. Saat kamu berenang, semua anggota tubuh akan turut bergerak secara aktif.

Jenis latihannya sendiri dibagi jadi dua macam yaitu, exercise dan recovery.

Latihan jenis exercise digunakan untuk melatih otot-otot dan sendi agar tetap lentur dan tidak mudah cedera. Ini cocok untuk kamu yang sedang nggak punya banyak waktu latihan di lapangan. Sedangkang jenis recovery digunakan khusus untuk memulihkan kondisi tubuh yang sedang cedera.

Materi yang ada pada aquatic training ini meliputi:

Warm-Up

• High Knee Walks
• High Knee Skips
• High Knee Run
• Forward Skip With Arm Circles
• Backward Skip With Arm Circles
• Lateral Shuffle With Arm Circles
• Backward Runs
• Ankling

Speed and Explosiveness Development

• Squat Jump
• Tuck Jumps - Knees to Chest
• Tuck Jumps - Heels to Butt
• Double-Leg Bounding
• Two-foot Square Hops
• Split-Squat Jumps
• Single-Leg Bounding
• Quickness Foot Speed

Menurut Dennis Joshua, trainer aquatic training, materi yang diberikan sangat berdampak bagi kerja bagian tubuh. Dan sebenarnya hampir semua cabang olahraga, cross training-nya lewat metode aquatic ini. Tapi harus lihat dulu jenis olahraganya, baru bisa pilih materi yang sesuai.

“Cross training ini suatu olahraga yang dijadikan instrument latihan untuk olahraga lain, jadi latihannya masih berhubungan. Tapi, ketika latihan ini dipraktekin dengan asal-asalan, maka bukan manfaat positif yang didapat, malah nggak dapat apa-apa,” jelas trainer yang masih aktif sebagai atlet itu.

Lama porsi latihan bergantung dari jenis materi apa yang mau kamu lakukan. Biasanya sih untuk satu sesi 5- 10 menit. Yang perlu diperhatikan, latihan ini paling banyak dilakukan dua kali seminggu. Jangan terlalu sering, nanti malah nggak optimal.

Tuh gengs, udah tau kan apa aja materinya dan manfaatnya. Tapi ingat, kalian tetap harus dalam pengawasan ya! (alr/ash)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments