Find anything on DBL Indonesia

Pantang Main Lembek

dblindonesia.com - 17 March 2012

Kamis lalu (15/2) menjadi hari yang getir bagi CLS Knights Good Day Surabaya. Mereka dikalahkan Garuda Speedy Bandung 53-62 di hadapan ribuan pendukungnya. Itu adalah kekalahan kedua CLS di DBL Arena sepekan terakhir -Sabtu lalu (10/3) mereka kalah 65-66 dari Satria Muda (SM) Britama Jakarta.

Hari ini (17/3), dua hari berselang, saat perih karena kekalahan itu masih terasa, CLS kembali menghadapi lawan berat, Dell Aspac Jakarta. Melawan Aspac, tidak ada pilihan lain bagi CLS, mereka harus menang!

Kalah, mereka akan semakin tertinggal dalam persaingan tim-tim papan atas. Tidak hanya itu, kekalahan bakal membuat mental Agustinus Indrajaya semakin down.

Padahal, besok mereka masih harus menghadapi tim kuat lainnya, Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta. Jika hari ini dan besok mereka kalah, seri kelima bakal menjadi yang paling buruk bagi CLS sepanjang musim ini. Sesuatu yang harus dihindari, mengingat setiap kali bertanding, ribuan fans CLS selalu setia memberikan dukungan.

Aspac yang merupakan tim peringkat kedua setelah SM adalah lawan yang berat bagi CLS. Selain unggul peringkat, rekor head-to-head kedua tim berbicara sama. Dalam dua pertemuan sebelumnya, Aspac selalu menang. Akankan kisah Garuda men-sweep CLS 3-0 akan diulangi oleh Aspac?

Kapten CLS Agustinus Indrajaya menyatakan bakal berjuang mati-matian merebut kemenangan. Dia mengajak seluruh pemain CLS untuk tidak lagi lembek seperti saat dikalahkan Garuda. "Tidak bisa tidak, kami harus lebih ngotot lagi. Garuda memperlihatkan itu. Kami wajib bersemangat untuk mengejar kemenangan," tegasnya.

Shooter CLS Sandy Febiansyakh juga bertekad bangkit. Menurut dia, kekalahan dari SM dan Garuda tidak lepas dari buruknya akurasi tembakan. Padahal, akurasi tembakan merupakan senjata andalan CLS untuk mencapai babak grand final musim lalu. Itu juga menjadi kunci saat mereka menjadi juara preseason tournament musim ini.

"Tidak hanya masalah mentalitas, eksekusi kami juga kurang baik. Kalau akurasi kami lebih baik, kami optimistis bisa kembali mengalahkan Aspac," tandas pemain kelahiran Jember tersebut.

Memang, saat ditekuk Garuda, field goal pemain CLS sangat rendah. Mereka hanya memasukkan 15 kali tembakan dari 51 kesempatan. Atau, hanya 29 persen. Bahkan, empat kali tembakan tiga angka dari Sandy meleset.

Jika CLS mengalami segudang masalah, Aspac justru berada dalam puncak kepercayaan diri. Mario Gerungan dkk sampai sejauh ini menyapu bersih empat kemenangan. Termasuk, mengalahkan Garuda dengan margin 20 poin.

Kembali bermainnya shooting guard Xaverius Prawiro membuat head coach Aspac Tjetjep Firmansyah gembira. Sebab, pilihan shooter semakin banyak. Saat mengalahkan Bimasakti Nikko Steel Malang (15/3), Aspac menyimpan center utama Muhammad Isman Thoyib.

"Kerja keras dan kedisiplinan menjadi kunci kami dalam menghadapi CLS. Kembali bermainnya Ius (Xaverius Prawiro, Red) memang menjadi suntikan tenaga, namun itu nggak ada artinya kalau semangat kami kendur," tegasnya.

Tjetjep menambahkan, kondisi fisik semua pemainnya prima. Tidak ada satu pun yang cedera serius. Itu semakin memudahkannya untuk melakukan rotasi. "Siapa saja bisa bermain. Terpenting, mereka harus fight merebut kemenangan," tandas Tjetjep.

Kalau bisa menggulung CLS, Aspac sangat berpeluang untuk menyapu bersih semua kemenangan di seri V. Meski pada pertandingan terakhir harus berhadapan dengan Muba Hangtuah IM Sumatera Selatan, Aspac diyakini akan bisa memenangi laga. (nur/c10/ang)

Story Provided by Jawa Pos

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments