Find anything on DBL Indonesia

Pede Masuk Delapan Besar

dblindonesia.com - 11 September 2018

BANDARLAMPUNG - Hari ketiga Honda Developmental Basketball League (DBL) Lampung Series 2018 di GOR Saburai, Enggal, Bandarlampung, kemarin (9/9) menyajikan laga pembuka tim basket putra. Duel sarat gengsi antara dua pendatang baru, yakni SMAN 1 (Smansa) Liwa Lampung Barat (Lambar) kontra SMA Al-Kautsar Bandarlampung menjadi suguhan yang sedikit memacu adrenalin. Permainan kedua tim terlihat imbang. Baik skill individu maupun teamwork. Namun, dewi fortuna lebih berpihak pada Smansa Liwa dengan hasil akhir 37-28. Perdana bagi kedua tim menjajal even basket terfavorit ini tentunya menghasilkan laga yang sedikit memanjakan mata pencinta basket.

Meski demikian, mental tetap sangat menentukan pada laga ini. Pada kuarter pertama, keduanya saling serang hingga poin yang dihasilkan hanya selisih setengah bola saja. Yakni 12-11. Performa AKA –julukan Al-Kautsar– melorot ketika memasuki kuarter kedua hingga akhir laga. Meskipun upaya Smansa Liwa tidak mudah memasukkan bola ke dalam ring, tapi tetap unggul di sisa kuarter dengan skor 22-15; 29-22; dan 37-28.

Pelatih Tim Basket Putra AKA Ardiansyah mengakui para pemainnya masih belum memiliki mental yang cukup. Sebab, dari komposisi pemain sebagian besar kelas 11. “Yang jelas mental pemain belum terbangun. Dan kami minim jam terbang. Terlebih, ini baru perdana ikut Honda DBL 2018,” ujarnya diamini Kepala Sekolah Eko Anzair. Evaluasi ke depan yang dilakukan adalah bagaimana mendorong tim untuk lebih memiliki jam terbang yang tinggi. “Kami akan memperbanyak ikut even basket lainnya untuk persiapan tahun depan,” katanya. Kepsek SMA Al-Kaustar Bandarlampung Eko Anzair memaklumi hasil yang didapat anak didiknya. Namun, dukungan terhadap DBL sudah dilakukan dengan all-out. “Suasana luar biasa, kita turun semua. Tapi memang kemenangan belum berpihak ke kami. Yang pasti ke depan kita akan perbaiki,” imbuhnya.

Sementara itu, hasil cemerlan pada laga perdananya, menambah kepercayaan diri tim pelatih basket putra Smansa Liwa. Asisten Pelatih Smansa Liwa Yohanes Parlindungan Simamora menargetkan paling tidak skuadnya bisa memasuki delapan besar. “Meskipun ini tidak terlalu ditekankan kepada tim. Namun, harapan kami di perdana ini, bisa masuk delapan besar,” bilangnya. Dia juga akan menggenjot mental pemain menghadapi laga selanjutnya. Sebab diakuinya, pemain masih minim jam terbang. Dilihat dari kondisi tempat yang jauh memang Lampung Barat saat ini bisa dibilang minim kompetisi basket. “Kalaupun mau sparing atau tanding aksesnya jauh. Tapi mudahmudahan pihak sekolah mendukung. Sebab potensi pemain bagus,” sebutnya. Soal keyakinannya bisa masuk delapan besar, Yohanes pun berharap dewi fortuna menyertai timnya. “Ya dengan persiapan kita selama tiga bulan ini, berharap yang terbaik. Yang penting main dan kuasai lapangan,” pungkasnya. (abd/c1/wan)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments