Find anything on DBL Indonesia

Peluang Kawinkan Gelar

dblindonesia.com - 27 October 2017 Forward SMA Methodist 1 Palembang, Ricky Yohanes kuasai bola dengan berlari kencang hindari hadangan para pemain SMAN 1 Prabumulih pada laga semifinal putra Honda DBL South Sumatera Series di PSCC, Kamis (16/10). INSET : Center SMAN 14 Palembang, Elly Roza (kanan) coba terobos pertahanan SMA Methodist 1 Palembang.(Foto: Alfery Ibrahim/Sumatera Ekspres)

TIM basket putra dan putri SMAN 1 Prabumulih berhasil menembus final Honda DBL South Sumatera Series 2017. Dengan demikian SMAN 1 Prabumulih berpeluang kawinkan gelar. Kepastian kedua tim itu masuk partai puncak setelah mengalahkan lawan-lawannya dalam laga semifinal di PSCC, kemarin (26/10).

Tim putra SMAN 1 Prabumulih secara meyakinkan menang atas tim kuat SMA Methodist 2 Palembang dengan skor 71-64. Fretty Pantomi, coach tim basket putra SMAN 1 Prabumulih mengatakan, keberhasilan timnya mengalahkan SMA Methodist 2 berkat latihan yang intensif dan pemainnya mampu mengaplikasikan instruksi yang dia berikan.

“Laga semifinal ini berlangsung seru dan saya sebagai pelatih juga sempat cemas dengan permainan tim lawan yang sempat menyamakan kedudukan. Tapi berkat defense kita kuat tim kami mampu menghalau peluang tim lawan untuk memasukkan bola,” ujar Fretty usai laga.

Rama, kapten tim basket putra SMAN 1 Prabumulih menilai timnya pantas masuk ke babak final karena lebih banyak mencetak poin selama kuarter ketiga dan keempat. “Kita laksanakan sesuai instruksi pelatih. Defense nomor satu. Percuma banyak ofensif tapi defense tidak maksimal,” ungkap Rama yang berposisi center ini.

Sementara itu, Hardi, coach SMA Methodist 2 Palembang legowo dengan kekalahan anak asuhnya. Ada beberapa evaluasi, yang membuat timnya harus tumbang di babak semifinal. “Pertama, kita memang kalah postur. Mereka punya pemain tinggi yang hampir cukup merata. Cukup membuat kita kesulitan, saat mendapat bola rebound terutama defense,” ujarnya.

Selain itu, faktor persiapan dengan jarak cukup pendek, juga membuat tim kurang matang. Cukup berbeda dengan tim lawan Semansa, yang menurutnya sudah melakukan persiapan sejak berakhir DBL 2016. “Tidak masalah gagal. Karena yang penting, tadi anak-anak sudah berusaha maksimal,” jelasnya.

Sukses tim Smansa, julukan SMA 1 Prabumulih, bukan hanya dirasakan tim putra. Pencapaian yang cukup luar biasa, menuju final party, besok (28/10) juga dirasakan oleh tim putri. Di babak semifinal, Cristina Heni Larita dkk sukses mengalahkan tim Smandala, julukan SMAN 2 Lahat, dengan skor 22-46.

“Kalau awalnya sempat gugup. Pemain belum begitu konsentrasi, jadi mereka masih bisa kejar- kejar poin kami,” kata Christin, kapten Smansa.

Julistino, pelatih tim putri SMAN 1 Prabumulih mengatakan langsung akan melakukan evaluasi tim untuk memperbaiki apa yang jadi kekurangan di babak semifinal. Wajar, mengingat laga final lawan SMAN 14 Palembang bukan jadi laga yang biasa seperti babakbabak sebelumnya.

“Mungkin lebih pada mental karena siapa pun lawan di final pasti berat,” bebernya.

Tim basket putri SMAN 14 Palembang berhak masuk final setelah di babak semifinal menang atas SMA Methodist 1 Palembang dengan skor 80-65. Rizki, coach tim basket putri SMAN 14 Palembang mengatakan, timnya sempat berada dalam tekanan. “Intinya kerja sama dan kekompakan dan anak-anak berhasil keluar dari tekanan,” jelasnya. (roz/cj11/ion/ce2)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments