Find anything on DBL Indonesia

Pertahankan Gelar, Waspadai Semua Tim

dblindonesia.com - 16 December 2009

Menyandang status juara tidak membuat SMAN 1 Mataram (Smansa, Red) merasa jumawa. Menyongsong Honda DBL 2010, Januari mendatang Smansa terus melakukan persiapan.

SIAPA yang tidak kenal dengan Smansa Mataram. Sejak pertama kali DBL digelar di Mataram pada 2008 lalu tim basket putra mereka selalu menjadi yang terbaik. Pada laga final Honda DBL 2009, tim putra Smansa Mataram menang setengah bola atas SMA Kesuma Mataram. “Tahun ini kami akan berusaha mempertahankan gelar itu,” kata pelatih Smansa Mataram Wawan.

Dikatakan, untuk Honda DBL 2010 tim putra Smansa Mataram didominasi pemain kelas X. Dari 12 pemain yang didaftarkan hanya dua pemain tercacat sebagai siswa kelas XI yaitu I Gusti Nyoman Jaya Widura dan Deo Gratias “Tahun 2010 kami mengandalkan pemain wajah baru,” tandas Wawan yang juga alumni Smansa ini.

Walaupun banyak wajah baru, namun kualitas mereka tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, sejak di SMP mereka sudah tergabung dalam tim basket sekolah. Bahkan mereka juga tergabung dalam salah satu tim basket yang terkemuka di NTB. “Setelah mereka tergabung di Smansa tinggal dipoles sedikit aja,” tandasnya.
Untuk menguji perkembangan pemain, beberapa kali dilakukan pertandingan persahabatan bahkan sampai ke Pulau Dewata Bali. Sedangkan untuk lokal, Smansa Mataram telah beberapa kali melawat ke beberapa SMA di Lombok. “Hasilnya memuaskan,” ujar Wawan.

Untuk latihan sampai saat ini masih terus dilakukan. Bahkan setiap hari para pemain selalu menyempatkan diri untuk memegang bola. Artinya, mereka latihan sendiri. Namun latihan inti dilakukan tiga kali dalam seminggu.
Untuk DBL 2010, Smansa Mataram menurunkan tim putra dan putri. Samansa ingin meraih double winner yaitu putra dan putri bisa menjadi yang terbaik di DBL 2010. Demikian pula halnya dengan tim yel-yel. “Kalo yel-yel bisa menang malah bisa treble winner,” katanya sambil tersenyum.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sutardi mengatakan pada DBL 2010 ini peta kekuatan basket SMA sudah berubah. Menurutnya, dengan adanya DBL semua sekolah telah berupaya memperkuat tim basket sekolahnya. “Sekarang sudah tidak ada lagi istilah tim elit atau lemah. Semuanya harus diwaspadai. Banyak kuda hitam yang siap beri kejutan,” tegasnya.

Wacana yang dilontarkan Sutardi ini beralasan. Pasalnya saat Smansa menggelar Smansa
Basketball League seluruh Lombok banyak tim kuda hitam yang muncul. Saat itu, Smansa Mataram ditumbangkan SMAN 1 Lingsar. Sedangkan sebagai juara adalah tim putra SMAN 5 Mataram. “Para pemain harus berlatih lebih keras lagi,” ajak pria berkacamata ini.

Sebelumnya, Kepala Sekolah Smansa Mataram H Kutjip Anwar menanggapi persiapan DBL 2010 ini lebih bijak. Dia meminta kepada seluruh pemain dan official untuk tidak menyombongkan diri. Dia berharap seluruh tim jangan merasa paling baik. Namun dia lebih menekankan agar seluruh tim berusaha menjadi yang terbaik.“Mempertahankan gelar itu lebih sulit daripada merebut gelar,” tegasnya. Selain itu, dia juga meminta agar selama pelaksanaan DBL semua tim menjunjung tinggi sportivitas dan fair play. “Ini juga sebagai ajang untuk mendidik siswa, jangan sampai emosional,” harapnya.

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments