Find anything on DBL Indonesia

PJ Siap Jadi Sasaran Tembak

dblindonesia.com - 5 December 2010

National Basketball League (NBL) Indonesia 2010–2011 baru berjalan dua seri. Meski masih awal, Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta sudah menunjukkan bahwa mereka layak dijagokan sebagai favorit juara. Melakoni sepuluh laga, mereka belum sekali pun kalah alias undefeated. Tim-tim kuat seperti Dell Aspac Jakarta, Satria Muda Britama Jakarta, dan Nuvo CLS Knights Surabaya sudah ditaklukkan PJ.

Di klasemen sementara, PJ memang masih berada di urutan kedua di bawah CLS Knights. Namun, jika pertandingan PJ sama dengan CLS, PJ dipastikan ke puncak. Sebab, kalah pun akan mendapat satu poin. Padahal, sekarang poin CLS dan PJ sama, yakni 20.

Menjadi tim yang belum pernah kalah tentu memberikan tantangan tersendiri kepada PJ. Mereka akan menjadi bidikan utama sembilan tim lain untuk dikalahkan. Termasuk pada seri ketiga yang diselenggarakan pada 11–19 Desember di Sritex Arena, Solo.

Pelatih PJ Rastafari Horongbala sadar dengan kondisi tersebut. Pelatih kelahiran Manado itu juga tahu betul bahwa pemainnya akan merasakan beban psikologis yang lebih berat. Selain lawan yang lebih termotivasi, mereka akan terbebani untuk selalu menjaga rekor tak pernah kalah itu.

’’Saya menekankan kepada pemain untuk memikirkan tiap game. Menang terus dalam sepuluh pertandingan tidak perlu menjadi momok,’’ kata Rastafari.

’’Apalagi sehebat apa pun di seri reguler, kalau kalah sekali di playoff, kami tetap saja tersingkir. Ini yang harus dipikirkan betul,’’ tambahnya.Pelatih 61 tahun itu mengungkapkan, semua tim dalam NBL harus diwaspadai. Beberapa kelemahan seperti defense yang kadang kendur dan sering lambat panas akan diperbaiki.

Meski demikian, Rastafari berusaha menciptakan suasana yang rileks. Dalam latihan perdana Rabu lalu (1/12), para pemainnya tidak diajak berlatih berat. Mereka hanya mengembalikan kondisi fisik pasca tampil habis-habisan dalam seri kedua di Bandung

Pendapat yang sama diungkapkan shooting guard Andy ’’Batam’’ Poedjakesuma. Dia menegaskan, jalan untuk meretas juara sangat tidak mudah. Berbagai macam pressure harus dihadapi untuk menjadi yang terbaik.

’’Kalau PJ kalah, pasti beritanya jauh lebih heboh ketimbang menang. Itu wajar. Namun, saya anggap tekanan itu adalah tambahan motivisi. Menjadi juara nggak gampang. Banyak banget pengorbanannya,’’ kata Batam kemarin (4/12).

Pemain 30 tahun tersebut menambahkan, para pemain selalu menekankan bahwa tidak ada bintang dalam timnya. Hal itu penting untuk menjaga kekompakan. ’’Kami selalu play as a team. Hal itu yang terus kami tanamkan,’’ tuturnya. (nur/c7/ang)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments