Find anything on DBL Indonesia

Punishment bagi Yang Gagal Penuhi Target Latihan

dblindonesia.com - 14 July 2017 BIKIN SOLID: Gledek-gledekan, punishment ala Sewelas untuk kelompok yang kalah saat bertanding di minilaga.

BANYAK cara yang diterapkan pelatih agar pemainnya kuat mental menghadapi panasnya laga di DBL Arena. Mulai pembekalan teori hingga meningkatkan durasi latihan. Misalnya, Hilla Fabiyanto, pelatih tim basket putra SMA Negeri 11 Surabaya.

Comeback-nya anak-anak Sewelas –sebutan SMA Negeri 11 Surabaya– ke babak utama membuat Hilla merasa perlu meningkatkan fundamental pemainnya. Bahkan, agar anak didiknya lebih siap mental menghadapi sengitnya babak utama Honda DBL East Java Series 2017–North Region, Hilla memakai sistem latihan yang disebut reward and punishment.

Jadi, pemain yang melakukan kesalahan atau tidak menyelesaikan target selama latihan akan diberi punishment berupa latihan fisik. Misalnya, sprint run, push-up, dan sit-up dengan jumlah tertentu. ”Sistem ini saya terapkan karena masih ada aja yang nggak fokus saat latihan. Entah passing-nya meleset, free throw tapi nggak point, atau gagal saat melakukan layup,” ungkap Hilla.

Untuk menambah variasi latihan, dia kerap membagi tim menjadi dua kelompok untuk melakukan minilaga. Kelompok yang kalah harus mau menggendong anggota dari kelompok yang menang. Membawanya dari satu sisi lapangan ke sisi yang lain.

Selain itu, ada nih punishment unik ala Sewelas yang mereka sebut ”gledekgledekan”. Anggota kelompok yang kalah harus berjalan menggunakan tangan dan anggota kelompok yang menang akan mengendalikan arah lajur dengan memegangi kaki tim yang kalah. Punishment tersebut hampir serupa dengan orang sedang mendorong gerobak.

”Kami tidak menganggap hukuman ini berlebihan. Justru kami senang karena sekalian melatih fisik agar lebih kuat,” ungkap Alvius Lanang Wigar Satwika, kapten Sewelas.

Bagi Hilla, bukan hanya fisik yang menjadi persoalan utama. Mental setiap pemain juga sangat perlu dilatih dan dijaga. ”Down itu wajar, tapi tidak berarti berlarut-larut. Karena itu, memberikan nasihat dan motivasi sudah menjadi kewajiban saya. Selain itu, agar mereka nggak gampang down, saya adakan sparing dengan tim sekolah lain,” tuturnya. (erc/c25/dhs)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments