Find anything on DBL Indonesia

Rivaldo Tandra Pangesthio Akhiri Masa Student-Athlete yang Panjang

dblindonesia.com - 2 June 2018

DBL Lovers pasti udah kenal sama Rivaldo Tandra Pangesthio kan? Alumni DBL yang satu ini memang sudah melanglang buana kemana-mana. Namanya di dunia basket Indonesia juga sudah nggak asing lagi. Dengan segudang prestasi, Rivaldo sukses menjadi student-athlete yang bisa banget DBL Lovers jadiin panutan.

Selain sukses bergabung dengan squad DBL All-Star di tahun 2012 dan 2013, Rivaldo juga sukses membawa tim kampusnya, UPH Eagles, menjadi jawara Liga Mahasiswa Nasional di tahun 2015 dan 2016. Rivaldo juga sudah langganan mewakili tim Indonesia di kancah internasional, khususnya di cabang basket 3x3. Terakhir, Rivaldo mewakili Indonesia dalam ajang FIBA 3x3 Asia Cup 2018 di Shenzen, Tiongkok, bulan Mei lalu.

Kesuksesannya di dunia perbasketan nggak lantas membuat Rivaldo melupakan pendidikannya. Setelah berjuang keras menyeimbangkan pendidikan dan karir basket, akhirnya Rivaldo mampu menyelesaikan ujian skripsi pada tanggal 23 Mei 2018 lalu. Dia baru aja dinyatakan lulus ujian yang selalu menjadi momok semua mahasiswa di Indonesia itu loh! Oke banget kan?

Rivaldo yang menempuh program sarjana di Business School Universitas Pelita Harapan (UPH) Jakarta ini berhasil menyelesaikan pendidikannya secara tepat waktu. Student-athlete ini mengambil jurusan Manajemen dengan konsentrasi International Business.

Bagi Rivaldo, kehidupan akademik dan non-akademik memang harus berimbang. Karir seorang atlet di dunia basket memiliki jangka waktu yang terbatas, sehingga pendidikan menjadi hal yang penting untuk persiapan kembali terjun ke masyarakat.

“Karir di dunia basket ini kan temporary, jadi menurut aku pendidikan itu penting banget karena kita sebagai atlet basket ya harus mempersiapkan ke depannya mau ngapain. Jangan sampai nanti saat kita sudah selesai berkarya di dunia basket, kita baru bingung mau ngapain,” terang Rivaldo.

Meski begitu, Rivaldo mengaku bahwa terkadang ia masih kesulitan menjaga keseimbangan tersebut. Ia harus pandai-pandai membagi waktu antara jadwal belajar dan latihan, meski hal tersebut nggak gampang.

Saat liga mahasiswa dilaksanakan pas lagi musim ujian misalnya, Rivaldo harus begadang dan belajar sampai larut malam, latihan pukul 05.00 pagi, lalu lanjut ujian dan pertandingan. Jadwal tersebut harus ia jalani setiap hari selama dua minggu musim ujian berlangsung. Dia ngga bakal sanggup ngejalanin jadwal super padat itu kalau motivasi dan tekadnya ngga kuat gengs!

Peraturan di UPH yang mengharuskan mahasiswanya mendapat indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas 2.25 untuk dapat berpartisipasi liga mahasiswa juga memotivasi Rivaldo untuk menjaga prestasi akademiknya.

“Di UPH ini kan kita mementingkan aspek akademis, jadi ada standar nilai minimum sebelum kita bisa main. Kalau IP-ku di bawah 2.25, aku bakal dilarang main dan beasiswaku bisa dicabut. Jadi, sebisa mungkin kalau lagi off-season gini aku bener-bener fokus kuliah. Kalau emang lagi jenuh dan capek banget, aku inget-inget dukungan dari orangtua, teman, rekan satu tim, sama pelatih. Berkat itu semua, puji Tuhan aku bisa nyelesaiin skripsiku dan lulus tepat waktu,” tutup cowok berusia 22 tahun tersebut.

Spirit student-athlete yang selalu digalakkan di ajang Honda DBL ternyata terus ada di dalam diri Rivaldo. Buat DBL Lovers, semangat Rivaldo untuk terus berprestasi di dunia basket tapi nggak melalaikan pendidikannya ini bisa banget kamu contoh. Buat Rivaldo, selamat atas gelar sarjana Manajemennya ya! (ber/ash)

 

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments