Find anything on DBL Indonesia

Sama Ngotot, Minim Skor

dblindonesia.com - 30 July 2016 BANGGA : Hormat dulu sama supporter Tim cowok SMAN 2 Tangerang setelah mengalahkan UPH College di opening party Honda DBL Banten Series 2016 yang digelar di gor dimyati tangerang, banten. (Foto Puguh Sujiatmiko/Jawa Pos)

KEMERIAHAN mewarnai pembukaan Honda DBL Banten Series 2016 (Tangerang), Jumat (29/7) sore di GOR A. Dimyati, Kota Tangerang. Delapan tim Honda DBL Banten Series 2016 sekaligus dancer dan empat tim LOOP 3X3 Competition yang tampil benar-benar mengerahkan kemampuan terbaik untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.

Seperti di babak pembuka antara SMAN 10 Kota Tangerang kontra SMAN 6 Kota Tangsel. Ke dua tim sama-sama ngotot un tuk memenangkan laga pertama, hingga membuat skor di kuarter pertama berakhir de ngan skor ketat 4-1 buat SMAN 6 Kota Tangsel. Bahkan kedua tim butuh waktu hampir 2 menit untuk bisa membuat skor per tama.

Demikian juga di kuarter kedua, meski tim SMAN 6 Kota Tangsel mam pu unggul de ngan meraih 8 poin namun se mua diha silkan lewat per juangan keras sebelum ber akhir de ngan 12-4. Di kuarter ke tiga, kedua tim sama-sama kehabisan tenaga sehingga tak mam pu mendulang skor dan hanya menambah 2 buat SMAN 10 Kota Tangerang dan 4 poin buat SMAN 6 Kota Tangsel. Hingga akhir kuarter ketiga skor 16-6 buat SMAN 6 Kota Tangsel.

Upaya SMAN 10 untuk bisa mengejar ketinggalan di akhir kuarter hanya mampu diawal laga dengan mengemas 6 poin. Namun diakhir kuarter skuat asuhan Luqman Jiwa Winada mampu mengejar dengan mencetak 6 poin. Dan skor akhir 22-12 buat kemenangan wakil Kota Tangsel.

"Anak-anak mampu menampilkan permainan sesuai dengan ha rapan saya, meski sempat nervous (gu gup, red) tapi itu karena at mosfir DBL (Honda DBL Ban ten Series 2016, red) yang be gitu luar biasa. Mereka mam pu memperagakan defense (bertahan, red) yang cukup baik se hingga lawan banyak melakukan turn over," jelas Luqman usai pertandingan.

Sementara Billy Alfonso Yagama resh, mengaku persiapan yang minim membuat pemain asuhan Achmad Faraitody Fitrah Ramadan tak bisa berbuat banyak menghadapi lawan. "Ini menjadi pelajaran buat kami untuk tampil lagi tahun depan, untuk bisa bersiap lebih baik lagi," tutup Alfonso. (apw/asp)

Story Provided by Jawa Pos

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments