Find anything on DBL Indonesia

Selain Peserta Beasiswa, Calon Wasit Honda DBL 2018 Juga Wajib Tes

dblindonesia.com - 16 April 2018

SURABAYA - Sebanyak 98 pria dan wanita spesial berkumpul di DBL Academy, Graha Pena Surabaya, pada hari Minggu (15/4). Kira-kira mereka siapa dan mau ngapain ya?

Mereka bukan wali murid siswa DBL Academy kok. Ternyata mereka adalah wasit-wasit berlisensi dari berbagai daerah di Jawa Timur. Hari itu mereka datang dalam rangka memenuhi undangan dari PT DBL Indonesia, kreator Honda DBL, untuk mengikuti seleksi juru adil dalam setiap pertandingan babak Penyisihan Awal Honda DBL 2018 East Java Series – North Region. Proses seleksi tersebut dikemas dalam tajuk Referee Development Program.

Tes yang diadakan dalam proses seleksi ini merupakan kerja sama antara PERBASI dengan PT DBL Indonesia. Soal yang disediakan oleh PERBASI dengan standar yang ditetapkan oleh PT DBL Indonesia akan menyaring wasit-wasit tersebut. Dari 98 wasit yang mengikuti proses seleksi ini, hanya akan dipilih 15 wasit terbaik untuk memimpin pertandingan di kota Malang dan 16 wasit untuk memimpin pertandingan di kota Surabaya.

Wah, ternyata selain peserta beasiswa, para wasit Honda DBL 2018 juga harus mengikuti tes terlebih dahulu nih. Tapi, jenis tesnya berbeda. Selain tes tulis, para wasit ini juga harus mengikuti tes fisik.

Jadi, selain pengetahuan tentang peraturan, kemampuan vo2max mereka juga harus memenuhi standar yang ditetapkan. Wasit Honda DBL 2018 memang pilihan deh!

Selain itu, dalam Referee Development Program ini ada juga sesi ramah tamah dengan PERBASI dan sosialisasi peraturan baru FIBA 2017, termasuk sejumlah isu baru seperti Unsportsmanlike Foul, Travelling, dan Faking Fall.

Dalam program ini, para calon wasit juga diberi ‘wejangan' tentang bagaimana menampilkan performa yang maksimal saat memimpin sebuah pertandingan.

Oh iya, ada beberapa indikator lain nih yang harus dipenuhi para calon wasit tersebut. Yakni, lolos evaluasi tentang pemahaman FIBA Rules, kondisi fisik referee, serta penerapan pemahaman rules dalam sebuah pertandingan. Gimana? Makin kagum nggak nih dengan kualitas pertandingan-pertandingan di Honda DBL nanti?

“Kami mencari wasit dengan kualitas ketahanan fisik yang bagus, pemahaman rules yang baik, termasuk penerapannya di lapangan, serta ketepatan mengambil keputusan sebagai pengadil saat game berlangsung,” jelas Amingga Yudi Putra selaku Supervisor Basketball Operation PT DBL Indonesia.

Jangan salah ya, dari 98 wasit yang mengikuti program ini, banyak yang sudah memiliki jam terbang tinggi loh. Bahkan ada juga yang berlisensi nasional. Selain itu, beberapa wasit ada yang udah berpengalaman memimpin jalannya pertandingan Honda DBL di musim-musim sebelumnya.

Salah satunya adalah Via Diah Rohmana. Wasit satu ini telah beraksi pada musim lalu dan berharap dapat berpartisipasi di musim ini juga. Yang paling penting bagi Via, kondisi fisiknya tahun ini harus lebih prima.

“Yang utama di sini itu kondisi fisik. Jam terbang wasit juga mempengaruhi sih menurutku. Tapi, kondisi fisik yang bagus dengan jam terbang yang tinggi akan menghasilkan performa yang bagus,” terang Via.

Dengan diadakannya Referee Development Program ini diharapkan kualitas wasit dari tiap daerah dapat dilihat perkembangannya.

“Selain menjadi proses seleksi, program ini juga dirancang untuk mengevaluasi perkembangan para wasit. Jadi, kita bisa punya wasit berkualitas yang dapat memimpin permainan dengan bagus,” jelas Johan Christiana selaku perwakilan dari Komisi Wasit Pengprov Jawa Timur.

Hasil seleksi wasit ini akan diumumkan pada 20 April 2018. Semoga wasit yang terpilih dapat memimpin jalannya pertandingan dengan baik ya! (ber/ash)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments