Find anything on DBL Indonesia

Sengit Sejak Kuarter Awal

dblindonesia.com - 26 October 2017 Forward SMA Methodist 2 Palembang, Nicolas dribel bola lewati dua pemain SMA Bukit Asam.(Foto: Alfery Ibrohim/Sumatera Ekspres)

LAGA menegangkan benarbenar tersaji, babak big eight Honda DBL South Sumatera Series 2017. Salah satunya saat tim putra SMA Methodist 2 Palembang sukses mengalahkan SMA Bukit Asam dengan skor ketat 36-27.

Pertarungan sengit dua tim ini memang langsung tersaji sejak kuarter awal. Saat itu Smaba, julukan SMA Bukit Asam, justru tampil mengejutkan. Dua kuarter awal tim ini membuat Basmeda, sebutan tim SMA Methodist 2, seolah tidak berkutik dengan skor 9-12.

Tetapi dua kuarter akhir Basmeda justru mampu bangkit. Di kuarter tiga, tim besutan coach Hardi, langsung bisa membuat selisih jarak sampai 10 poin. Di kuarter terakhir, Smaba sebenarnya bisa terus menipiskan jarak hingga 5 poin. Tetapi, kuatnya sektor defense Basmeda membuat tim ini bisa unggul dengan skor akhir 36-27.

“Dua kuarter awal pemain masih nervous. Komunikasi tidak berjalan, membuat kami terpaksa tertinggal,” ujar Hardi, pelatih kepala SMA Methodist 2 Palembang.

Tetapi kuarter 3, lanjut Hardi, perlahan timnya menemukan ritme permainan. Pemain lebih bisa bermain tenang dan tidak terburu-buru. Perubahan di sektor defense dan pemain tengah juga berbuah manjur. Permainan jauh lebih hidup dan efektif dengan permainan team work. Hasilnya, poin demi poin bisa diraih hingga melampaui lawan. “Kuncinya ada di kemauan pemain. Saya coba terus hidupkan motivasi mereka, dan berhasil. Mereka punya kamauan untuk menang,” ujarnya.

Kemenangan yang membuat Basmeda memastikan satu tiket sebagai tim fantastic four. Setelah ini, Methodist 2 sudah akan ditunggu tim kuat SMA 1 Prabumulih yang juga dipastikan lolos ke babak semifinal. “Saya sudah lihat. Pabumulih juga tim kuat dan bagus. Mereka banyak memiliki pemain tinggi. Jadi tinggal bagaimana mental kita juga harus kuat di babak selanjutnya nanti,” jelasnya.

Sementara itu, Rastoni, pelatih SMA Bukit Asam mengakui jika tim asuhannya sempat terpukul pada kuarter tiga. Tekanan Basmeda membuat hampir seluruh pemain mendadak panik. “Ditambah lagi tekanan dari suporter, seperti membuat anak-anak bertambah bak kepikiran. Padahal, seharusnya tim tetap bermain all out saja,” ujarnya.

“Ini mungkin akan menjadi evaluasi tim kami. Pada pertandingan kejuaraan lain dan juga DBL tahun depan,” bebernya.

Di sisi lain, SMAN 1 Prabumulih di babak delapan besar ini mengejutkan dengan tampil beringas. SMKN 2 Palembang berhasil ditekuk dengan skor telak 40-16. Rama, kapten tim SMAN 1 Prabumulih mengatakan jika timnya terus menunjukkan permainan bagus di setiap babak. “Hari ini permainan jauh lebih bagus dari sebelumnya. Semua karena pemain mau bermain dengan kompak,” jelas Rama.

“Kami belum tahu permainan mereka karena belum pernah ketemu. Tetapi kami harus optimis,” tukasnya. (cj11/ion/ce2)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments