Find anything on DBL Indonesia

SMALA KEMBALI KE JALUR JUARA

dblindonesia.com - 21 November 2018 FOUL: Pemain Smanar (kostum merah) menghalangi pemain Smala saat akan melakukan lay up pada laga semifinal Honda DBL West Nusa Tenggara Series 2018, kemarin (20/11).

MATARAM-Tim SMAN 5 Mataram (Smala) meraih hasil maksimal di babak semifinal Honda DBL West Nusa Tenggara Series 2018, kemarin (20/11). Mereka menenggelamkan asa sang runner up tahun lalu, SMAN 1 Narmada (Smanar) untuk merebut juara tahun ini.  Ivanka CS menang dengan skor 76-42.

Di kuarter pertama, tim Smala unggul dengan skor 18-9. Itu berkat kerjasama apik Ivanka dan L Rangga. Mereka paling banyak menyumbangkan poin untuk timnya. Pada kuarter kedua, tim Smanar mencoba mengejar ketertinggalan. Namun, deffense Smala sangat rapi. Itu membuat Smanar hanya bisa memasukkan 11 poin. Sementara Smala berhasil menambah 16 poin. Skor menjadi 34-20.

Komposisi tim Smanar antara pemain cadangan dan inti tidak berimbang.  Itu membuat Smanar semakin terpuruk. Buktinya, di kuarter ketiga, Smala menguasai laga. Mereka menambah 22 poin, sedangkan Smanar hanya menambah 12 poin. Skor 56-32.

Skor yang terlampau jauh membuat pelatih Smanar meracik strategi baru di kuarter terakhir. Pemain andalannya Hafghan menjadi ujung tembak three point. Sayangnya, stamina yang menguras membuat lay up shoot-nya kurang akurat. Mereka hanya mampu menambah 10 poin. Sedangkan Smala yang mengandalkan serangan balik malah menambah poin lebih banyak, yaitu 20 poin. Pertandingan ditutup dengan skor 76-42 untuk keunggulan Smala.

Hasil itu membuat mereka melaju ke final. Mereka akan bertemu dengan juara bertahan SMA Kesuma Mataram (Smakerz), Kamis (22/11) mendatang.

Pelatih Smala M Syahril mengatakan, sejak awal dia sudah memerintahkan pemainnya untuk bermain lebih agresif. Semua pemain menjalankan instruksinya dengan baik. ”Buktinya hingga kuarter kedua,mereka unggul lebih dari 20 poin,” kata Syahril.

Smanar hanya memiliki satu pemain  bintang, Hafghan. Langkahnya harus dimatikan. Sehingga, permainan Smanar tak bisa berkembang. ”Kita berhasil meredam Hafghan. Dengan begitu, Smanar terlihat kekurangan kekuatan,” ucapnya.

Sementara itu, pelatih Smanar Hilman Azizi mengatakan, sejak kuarter pertama, pemain tidak fokus. Banyak kesalahan mendasar yang dilakukan. ”Saya rasa mental anak-anak menurun. Itu yang merusak konsentrasinya,” kata Hilman.

Hilman tak mau berkomentar banyak dengan hasil pertandingan. Dia merasa kurang puas dengan penampilan timnya. ”Anak-anak kurang bermain baik,” ujarnya.

Namun, Hilman menghargai perjuangan timnya sehingga dia bisa melaju ke semifinal. ”Mudahan tahun  depan kita bisa juara lagi,”  tutupnya. (arl) HARLI*

*Berita oleh Lombok Post

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments