Find anything on DBL Indonesia

Smanila Kalah Dramatis

dblindonesia.com - 13 September 2018 PULANG LEBIH AWAL SMA YP Unila harus pulang lebih awal dan menyerahkan tiket semifinal ke SMAN 9 Bandarlampung setelah takluk 15-17. (FOTO-FOTO DBL LAMPUNG)

BANDARLAMPUNG - Laga dramatis terjadi antara tim basket putri SMAN 9 Bandarlampung kontra SMA YP Unila Bandarlampung. Pada duel perebutan tiket empat besar Honda Developmental Basketball League (DBL) Lampung Series 2018 di GOR Saburai, Enggal, Bandarlampung, kemarin (12/9), SMA YP Unila takluk 15-17. Kendati secara skill, Smanila – julukan SMA YP Unila – lebih unggul dari SMAN 9 Bandarlampung, finishing touch menjadi kendala. Hingga kuarter kedua, selisih memang terjadi tiga setengah bola, yakni 5-12. Kemudian di kuarter ketiga, Smanila menipiskan jarak menjadi 9-14 meskipun sang pelatih utama Divin harus keluar karena technical foul.

Pertarungan mental terjadi di kuarter ke empat. Di mana, Smanila sempat bangkit dan hampir menyalip angka di tiga menit terakhir. Walaupun angka sempat selisih setengah bola yakni 14-15. Akhirnya, SMAN 9 Bandarlampung menutup kemenangan dengan skor akhir 15-17. Smanila pun harus terdepak dari liga basket antar pelajar terbesar ini. Raut kekecewaan menyelimuti pemain Smanila usai laga hingga ke luar lapangan. Beberapa hanya bisa menangis dan menyesal. Divin mengaku kecewa dengan hasil yang didapat timnya. Sebab masih banyak yang harus dibenahi para pemain. Namun, secara umum tim basket putri Smanila mengalami peningkatan ketimbang tahun lalu yang hanya satu kali bermain saja. “Tahun lalu kita sekali main karena di laga awal kalah dengan SMAN 1 Gedongtataan. Doakan saja tahun depan lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih tim basket putri SMAN 9 Bandarlampung Yery Aritonang mengaku, sebenarnya timnya tidak pede bisa menang melawan Smanila. Sebab, tim putri Sembilan - julukan SMAN 9 Bandarlampung tahun lalu absen di Honda DBL. “Sebenarnya saya tidak pede. Saya menang saya kira saya bye dan lawan sudah bermain terlebih dahulu. Saya memanfaatkan ini, untuk membaca permainan mereka,” tuturnya. Yery melanjutkan, memang timnya sedikit demam panggung di kuarter ke empat bahkan sempat membuat jantung berdegup kencang. Namun, dia mengaku segera meminta time out kepada wasit untuk menambah spirit pemain. “Banyak yang difikirkan juga. Sebab setelah ini kita melawan finalis tahun Lalu yakni SMAN 2 Bandarlampung.

 Tapi, saya yakinkan kepada pemain tidak usah hiraukan. Yang penting bagaimana menguasai laga ini,” bilangnya. Soal laga kontra SMAN 2 Bandarlampung, Yery meminta anak asuhnya bermain lepas dan tanpa tekanan. Dia juga menekankan agar para pemain bermain relax. “Sebab, DBL ini soal mental. Atmosfernya berbeda. Beda dengan even yang lain. Doakan saja sebab tahun depan target kita bisa jadi juara,” yakinnya. Sementara itu, tim putra yang memastikan diri ke semifinal adalah Smanila. Lantaran menyingkirkan SMAN 1 Liwa 52-11. (abd/c1/wan)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments