Find anything on DBL Indonesia

Smantig dan Santa Maria ke Fantastic Four

dblindonesia.com - 4 March 2010

DI hari kelima Honda Development Basketball League (DBL 2010 Riau Series kemarin, tim putri sudah menggelar dua laga perempatfinal. SMAN 3 Pekanbaru menjadi tim pertama yang menempatkan diri di babak fantastic four atau semifinal.

Dua jam setelah itu, juara bertahan Santa Maria menyusul dan membuka peluang mempertahankan gelar. Smantig (julukan SMAN 3 Pekanbaru) melaju ke semifinal usai mengalahkan tim luar kota, SMAN 14 Tualang Siak 17-9. Sedangkan Santa Maria kembali mendapat perlawanan ketat dari tim luar kota, SMAN 1 Rengat. SMAN 1 Rengat, nyaris saja merusak mimpi Santa mempertahankan gelar. Penampilan gemilang Meliana Oyong yang mencetak tiga poin di satu menit terakhir kuarter keempat membuat Santa Maria sukses melewati rintangan berat.

Di laga Smantig versus SMAN 14 Tualang Siak berjalan seimbang di kuarter-kuarter awal. Memasuki kuarter keempat tim besutan Khairul Asbar tampil percaya diri dan menutup laga dengan skor 17-9. Dengan kemenangan itu Smantig memenuhi target mereka untuk masuk babak fantastic four. Di semifinal, besok mereka akan tampil tanpa beban menghadapi pemenang hari ini SMAN 9 Pekanbaru versus SMAN 4 Pekanbaru. “Kami sukses memenuhi target masuk semifinal.

Itu bukan berarti kami sudah puas. Namun yang pasti anak-anak akan bermain tanpa beban. Asal main bagus kami yakin bisa meraih hasil maksimal,” ujar Khairul Asbar, pelatih yang mengantarkan Smantig masuk final di Honda DBL 2008. “Kami bersyukur atas kemenangan ini. Keberhasilan ini membuat kami bersemangat tampil di fantastic four,” terang kapten Fauza Amelia. Di sisi lain pelatih SMAN 14 Tualang Siak, Novendra, mengakui keunggulan lawan. “Lawan mainnya bagus, kami kalah di kuarter keempat.

Kami akan mengambil banyak pelajaran dari kekalahan di Honda DBL ini,” ujar Novendra. Perempatfinal putri yang menyita perhatian tentu saja saat Santa Maria menghadapi SMAN 1 Rengat. Pasalnya lawan yang dihadapi tim besutan Zakirman Tanjung ini, tampil ganas seperti halnya SMAN 4 Siak yang sudah dikalahkan di 16 besar, Selasa (2/3) lalu. Permainan Fransiska Lawer dan Meliana Oyong dibuat tak berkembang oleh tim besutan Anton Sinaga itu. Di kuarter pertama SMAN 1 Rengat unggul 5-2. Di kuarter kedua, anak-anak Santa Maria belum juga menemukan permainan terbaiknya, sekali pun suporternya terus memotivasi untuk mengejar ketertinggalan poin.

SMAN 1 Rengat masih mendominasi laga dan mengakhiri kuarter kedua dengan 7-4. Di kuarter ketiga, Santa Maria mulai menemukan permainannya. Perlahan-lahan mereka mengejar ketertinggalan dan sempat unggul 8-7. Di kuarter keempat pertandingan berjalan seru apalagi ketika kedudukan imbang 9-9, sementara waktu menyisakan satu setengah menit lagi. Adalah Meliana Oyong yang membuat degup jantung anak-anak SMAN 1 Rengat berdetak kencang.

Shooting Meliana di areal free throw membawa timnya kembali unggul 11-9 dan mematenkannnya 12-9 lewat free throw. “Anak-anak bersemangat dan bekerja keras untuk menang. Kami menghadapi lawan yang tangguh, dan nyaris mengalahkan kami. Namun kami bisa memastikan kemenangan di satu menit terakhir,” ujar pelatih Santa Maria, Zakirman Tanjung.

“Pertandingan ini bagai final karena lawan kami sangat tangguh dan nyaris membuat kami putus asa,” ujar Meliana Oyong, aktor kesuksesan Santa Maria mengalahkan Rengat. Di semifinal besok, Santa akan menghadapi pemenang antara SMAN Plus Riau versus SMAN 7 Pekanbaru yang bertanding di partai kedua hari ini. (aga)

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments