Find anything on DBL Indonesia

STECE ENAM KALI CHAMPION

dblindonesia.com - 21 October 2018 INSTAGRAM STORY: Para pemain SMA Stella Duce 1 Jogjakarta (Stece) melakukan selebrasi usai mereka meraih gelar champion Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018 di GOR UNY, tadi malam (20/10).

SLEMAN - Laga final party Honda DBL D.I.Jogjakarta Series 2018 sektor putri dimenangkan SMA Stella Duce 1 Jogjakarta (Stece) dan menjadikan Stece kali keenam meraih gelar champion. Raihan tersebut setelah Stece mengalahkan SMA Stella Duce 2 Jogjakarta (Stero) dengan skor akhir 54-25 di GOR UNY, tadi malam (20/10). Dalam duel semalam, tembakan tiga poin dari Athalia Wynne Prastika pada percobaan pertama membawa Stece unggul. Namun sempat dirapatkan oleh Kapnum Serip Kalakmabin. Miracle Astrid Widjanarko kembali menjauhkan margin poin. Stero dengan line-up yang tidak banyak berubah, bermain tenang dan efektif. 

Dua bigman yang berjaga di bawah ring Brigitta Amanda Maharani dan Maria Angelina Ayu menjadi benteng saat rebound. Baik defensive rebound maupun offensive rebound. Sedangkan duo Athalia dan Miracle menjadi pemain yang melakukan terobosan mendulang poin. Fast break keduanya kerap lolos dari penjagaan pemain-pemain Stero. Alhasil, saat rehat, Stece unggul 10 bola dengan skor 36-16. Selepas rehat, tidak banyak perubahan yang dilakukan Stero untuk mengejar ketertinggalan. Anak asuh Merari Puay itu hanya dapat menambah empat poin pada kuarter ketiga. Sementara Stece empat poin lebih banyak. Dengan kondisi yang sudah di atas angin, pelatih Stece mulai memainkan second line-nya dipadukan dengan pemain pilarnya. Jika Stero mampu mencetak 5 poin di kuarter terakhir, Stece dua kali lipat lebih baik. Skor akhir 54-25 untuk keunggulan Stece.

Miracle Astrid dan Eleanora Michelle menjadi pencetak poin terbanyak dari Stece dengan 18 dan 15 poin. Diikuti Athalia Wynne Prastika dengan 7 poin dan 8 assist. Sedangkan dari Stero, Kapnum Serip Kalakmabin dan Katarina Siena mendonasikan masing-masing 11 dan 8 poin. Manajer Stero, Himawan Indaryanto mengakui jika anak asuhnya mengalami antiklimaks pada partai puncak. Beberapa peluang juga gagal dimaksimalkan. Terlihat dari 48 field goal attempt hanya sembilan kali yang menghasilkan poin. “Namun anak-anak sudah luar biasa bermain. Bagi kami, sudah sangat membanggakan. Basket memang jadi salah satu ekstrakurikuler, dan DBL ini program tahunan kami. Semoga tahun depan masih bisa kembali ke final,” katanya.

Di sisi lain, Pelatih Stece, Agus Arjatmoko mengatakan pemainya bermain luar biasa. Tenang dan jarang melakukan kesalahan. Mereka juga bermain semangat dengan dukungan suporter dan juga alumni. “Kuncinya selalu kerja keras dalam latihan, jelang kompetisi intensitasnya meningkat. Selain itu, faktor nonteknis juga penting, seperti doa bersama, dialog dan saling menguatkan agar tidak hanya siap fisik juga mental,” katanya. (riz/iwa/by)*

*Berita oleh Radar Jogja 

Administrator

SHARE THIS

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments