Find anything on DBL Indonesia

Stemba Siap Adu Small Man dengan Galas

dblindonesia.com - 10 March 2017 JAGO UNDER RING: Para pemain Stemba mempertajam shooting dibawah ring pada sesi latihan (9/3). (Foto: Rifqi/Zetizen Team)

AKHIRNYA, sesi pembuka rangkaian pertandingan babak penyisihan awal Honda DBL East Java Series 2017-North Region dimulai hari ini. Bukan hanya para pemain, tim dance dan suporter juga ikut merasakan panasnya kompetisi.

Pertandingan hari pertama bakal dipenuhi laga grup C tim putra. Hasil pertandingan hari ini menentukan dua sekolah yang menempati posisi kedua tertinggi untuk klasemen sementara. Tentu, kesempatan tersebut tidak bisa dilewatkan tim sekolah di grup itu. Mereka bisa memperkirakan dua lawan berikutnya untuk mencuri poin.

Salah satu pertandingan yang paling dinanti adalah laga antara SMKN 5 Surabaya melawan SMAN 13 Surabaya. Sebagai tim lawas, Galas –sebutan SMAN 13 Surabaya– tentu tidak ingin hanya bertahan di babak penyisihan.

Kelengahan tahun lalu menjadi evaluasi angkatan baru Galas. Terutama pemantapan fundamental serta emosi tiap pemain yang kurang tenang. ”Galas selalu punya kesempatan di DBL. Mereka hanya perlu semangat dan mental juara untuk bisa lolos,” ucap Alif Nuryansyah, coach Galas.

Fundamental perlu dimantapkan untuk mengembangkan gaya permainan Galas. Sebab, pemain Galas masih kekurangan kekuatan big man. Konsep latihan yang mengutamakan pergerakan small man menjadi acuan utama. Pattern yang bakal dipakai pasti mengutamakan pergerakan bola ketimbang kemampuan individual pemain. Hal itu tentu bisa menjadi pengendali Alif untuk menekan ego pemain membawa bola sendiri.

Melalui beberapa sparing sebelumnya, kematangan tim dinilai cukup secara teknik, tapi belum sempurna secara mental. Misalnya, yang terlihat saat latih tanding melawan SMAN 21 Surabaya. ”Mereka masih kurang disiplin dan komunikatif. Tapi, saya perbaiki kekurangan itu di pertandingan sore nanti,” jelas coach Galas tersebut. Melalui evaluasi selama seminggu terakhir, mereka yakin bisa menghadapi Stemba, julukan SMKN 5 Surabaya.

Di sisi lain, Stemba mengutamakan kemampuan small man. Bedanya, coach Stemba I Gusti Agung justru mengutamakan pergerakan small man untuk memperkuat jalur bola kepada big man-nya. Berbeda dengan pelatih tim lainnya, coach tersebut justru meminta pemainnya berani bermain individu. Sebab, dia cukup percaya dengan kemampuan tiap pemainnya. Terutama pemain center Safiq Hisyam. Strategi pergerakan small man yang cepat akan menjadi kurir kuat untuk mengirimkan bola kepada pemain nomor 4 itu.

Meski peraturan DBL membebaskan coach memilih pemain sebagai first team maupun second team, Agung meminta pemainnya langsung bergerak ofensif pada kuarter pertama.

Pemainnya akan lebih agresif untuk mendapatkan bola dan membuat penetrasi ke ring lawan. ”Mungkin pola permainan kedua tim bakal sama sehingga pertandingan mengacu pada laga mental. Tim yang mencetak poin lebih dulu akan memengaruhi kondisi pertandingan,” tandasnya.

Untuk memantapkan persiapan, Agung memberikan pattern yang memaksimalkan pergerakan bola di area under ring. Hal itu makin menyesuaikan misi mereka, yakni mengandalkan perebutan bola di area under ring. Safiq Hisyam juga dipercaya mampu mengambil bola rebound. (pew/c25/grc)

TITLE PARTNER

OFFICIAL PARTNERS

OFFICIAL SUPPLIERS

MEDIA PARTNERS

SUPPORTED BY

Please to post comment

0 Comments